Awal dari perubahan
Saat itu Zya beranjak usia 12 thn, saat kenaikan kelas 2 SMP papa nya menyuruh mama serta zya ( panggilan sehari hari) dan adik nya untuk pindah dari ibu kota ke pinggiran kota, karena papa nya sudah menyiapkan rumah untuk di tempat oleh zya serta mama dan adik nya. Namun papa nya tidak ikut pindah karena alasan masih ber kantor di Jakarta.
Awal zya tidak mengetahui alasan papa nya menyuruh mama, dan diri nya serta adik laki nya untuk pindah, bahkan mama nya tidak menolak bahkan menyetujui nya,. namun zia berfikir mungkin ini yg terbaik karena dengan tinggal berjalan keluarga nya akan harmonis bila jarang untuk bertemu. karena yg di lihat sehari harinya hanya pertengkaran kedua orang tua nya.
minggu pertama pindah di kota baru tidak begitu sulit untuk zya mendapatkan sekolah dan zya dapat memasuki sekolah favorite di kota tersebut karena zya termasuk gadis yg lumayan cerdas karena beberapa kali dapet peringkat di sekolah sebelumnya. awal masuk sekolah baru belum mengenal satu orang pun dan merasa insecure terlihat memang murid murid di sini terlihat lebih pintar pintar dan sekolah nya pun cukup disiplin, namun zya yakin bisa bergaul dengan mereka walaupun memiliki sifat sedikit introvert.
Di lingkungan rumah baru pun zya tidak terlalu sulit untuk bergaul, terlihat juga mama dan adik nya bisa ber sosialisasi dengan tetangga lainnya. terlihat dari raut wajah mama yg terlihat lebih tenang tidak seperti biasanya.. hati zya merasa lega melihat nya. mungkin karena bisa menghindari yg selalu bersitegang dengan papa .
setelah pulang sekolah dihari pertama semua berjalan lancar adik zya pun zayn begitu. menjelang sore berdering telfon rumah , bahwa papa akan dateng. zya melihat raut wajah mama agak berbeda mulai tegang. padahal baru saja beberapa saat zya mulai merasakan kedamaian meski tanpa papa. malam hari papa datang dengan raut muka yg tidak seperti biasa nya, raut wajah yg tidak pernah zya rasakan ,kehangatan seorang ayah yg tidak pernah di rasakan. Sungguh zya merasakn untuk pertama kali nya kehangatan keluarga sebenarnya, faktanya keindahan ini berhasil buat keluarga ini lebih baik.
" papa kangen sama kalian" kata papa zya. ingin sekali menangis tapi zya mencoba untuk tahan ga mau merusak suasana ini hanya bisa senyum sumringah .
papa berkata " mungkin kalian pindah kembali ke rumah dahulu, papa kesepian kalo pulang kerja, ga ada zayn sama zya yg selalu berisik" sambil tersenyum
dalem hati zya berteriak " what!!!" antara seneng, tapi khawatir. Namun kembali mama hanya selalu pasrah atas semua keputusan papa. ok fix akhirnya mereka kembali ke Jakarta setelah baru seminggu mereka pindah dan baru sehari zya bersekolah.
setelah pindah kembali tidak begitu sulit untuk papa memasukan memasukan zya kembali ada adiknya ke sekolah yg lama karena papa zya ketua komite dan juga penyandang dana terbesar di sekolah zya dan zayn. masuk di sekolah lama zya yg seperti sekolah baru buatnya, dengan teman teman yg seperti asing buat dirinya. zya ketinggalan pelajaran sekitar sebulan karena urusan administrasi sekolah, tapi tidak sulit buat zya untuk mengikuti pelajaran yg tertinggal.
Namun ada satu yg tertinggal setelah masuk ada yg bikin zya selalu berdetak keras, ternyata zya sekelas dengan nya, Dia adalah Aga wiryawan kusuma, yg di bilang cowok paling terpopuler di sekolah nya, siapa yg ga tertarik dengannya termasuk zya. Awal masuk pertama kali di sekolah ketika masa ospek dia datang paling akhir dan jadi pusat perhatian buat murid perempuan yg lain, tapi sayang hanya 1 murid perempuan yg memenangkan nya yaitu tidak lain primadona di kalangan murid perempuan yaitu milen. So mereka berdua pantas di nobatkan raja dan ratu nya di sekolah ini .
di kelas 2 smp ini zya berkesempatan satu kelas dengan aga, meskipun aga sudah memilih, namun setidaknya nya ada pemandangan bagus di kelas setiap hari nya, tersenyum kecil zya agar tak terlihat gila oleh yg lain. Beberapa minggu zya masih introvert di sekolah, masih belum bisa bergaul dengan supel, mungkin karena kurang percaya dirinya di sebarkan ketegangan di keluarga kembali seperti semula. suatu hari zya pulang sekolah, zya tidak mendapati bagian keluarga nya di rumah, zya mencari mbak mirna yg bantu bantu di rumah pun tidak ada. kemudian budeh zya dari mamanya , (beliau tinggal tidak jauh dari rumah )menghubungi zya bahwa mbak mirna dan adik nya zayn ada di rumah nya. Dalam pikiran zya berfikir ada apa ini??? hingga malam tiba kedua orang tua zya pun tak terlihat bahkan adik zya harus menginap di rumah budeh bersama mbak mirna, zya pun di tawari budeh untuk menginap namun zya menolak. hingga pagi tiba tak ada kabar dari kedua orang tua nya" ada apa ini??" bahkan eyang dari papa menghubungi zya untuk tetap berangkat sekolah karena adik nya pun sudah pergi sekolah, namun zya urung pergi karena hati merasa gelisah seperti terjadi sesuatu .
Seperti badai sore hari akhirnya semua keluarga memberitahu zya bahwa mamanya ada di rumah sakit kecelakaan, lemas zya seketika dan ga bisa nangis "apa yg terjadi?" tapi tidak ada yg bisa menjawab bahkan yang dari papa terlihat canggung dan terlihat tidak enak, namun sebaliknya nya budeh terlihat seperti menahan kesal. mungkin mereka tak mau bicara karna menganggap zya masih kecil. selang berapa lama zya mengetahui dari salah seorang sepupu zya yg mendengar percakapan budehnya bahwa mama zya bertengkar dengan papa karena mendapati papa zya sudah menikah dengan perempuan lain dan mamanya coba melabrak rumah perempuan itu namun di tarik pulang, namun di dalam mobil mereka bertengkar hebat hingga mamanya mencoba loncat dari mobil hingga pala nya terbentur dan harus di lakukan operasi. Seperti mau marah, tapi tak bisa ternyata selama ini orang ketiga lah penyebab ketidak harmonis an dalam keluarga zya