Rena menatap foto di depannya. Kemarin Rena ke rumah Bagas. Meski setengah terpaksa karena diajak oleh orangtuanya. Ketika obrolan di meja makan mulai membahas hubungannya dengan Bagas, Rena undur diri dengan alasan tidak enak badan. Akhirnya Rena disuruh istirahat di kamar Bagas. Kalau ada Bagas, pasti dia tidak akan memberi ijin Rena memasukin kamarnya. Tidak ada yang istimewa dalam kamar Bagas. Kamar ini sangat menunjukkan Bagas sekali. Simpel tapi terasa hangat. Semua tersimpan dengan rapi. Mata Rena berhenti pada bingkai foto di atas meja tulis. Terlihat dalam foto itu, Bagas sedang duduk berhadapan dengan seorang perempuan. Bagas menatap lekat ke wajah si perempuan yang sedang menunduk. Meski wajah keduanya tampak dari samping, namun Rena melihat jelas ada begitu banyak cinta dal

