............... "Buset, kayaknya banyak amat dikasih merica dan cabe sama Dhiya ini nasi goreng. Nggak cukup apa tadi dimuntahin. Niat mungkin ngerjain suami." Selepas melontarkan kalimat keluhannya akan cita rasa masakan sang istri yang terasa sangat pedas di lidah. Danan pun kian membuka lebar mulutnya akibat panas di dalam yang semakin menyengat. Tidak bisa ditahannya. Air di gelas sudah tandas semua. Namun, tak juga mengurangi efek dari rasa pedas nasi goreng buatan sang istri, padahal Danan baru memakan empat sendok saja. Ia pun memiliki pemikiran jika istrinya sengaja mengerjai. "Dhiya!" Tanpa sadar Danan sedikit meninggikan suaranya dikala memanggil sang istri yang sedang tak ada di ruang makan. Benar, Danan sejak tadi sarapan sendiri. "Anandhiyaaaa!" panggil pria itu kembali

