........... "Perasaan udah setel alarm kemarin malam. Tapi, kenapa nggak kedengaran? Telat bangunlah 'kan jadinya. Mana belum masak sarapan. Udah mau jam tujuh lagi." "Astaga! b**o banget kamu emang ya, Dhiya." Rangkaian kalimat-kalimat monolognya terluncur dengan nada begitu jengkel karena kekesalan Anandhiya kepada diri sendiri. Ia memang kerap seperti ini jika tidak menyukai keterlambatannya bangun di pagi hari ini. "Besok nggak boleh diulangi lagi lah. Malu sama suami." Anandhiya berucap dengan tekad yang kuat. Tak akan memelihara kebiasaan buruknya. Harus dihilangkan. "Mesti jadi istri yang bisa rajin bangun setiap pagi. Kamu pasti bisa, Dhiya. Semangat!" Wanita itu pun kian optimistis memotivasi dirinya sendiri demi lebih baik. Sedetik kemudian, mulut Anandhiya telah tertutup

