"Sayang…," Danan memanggil mesra. Suaranya yang berat pun berupaya untuk dibuat selembut mungkin untuk menarik perhatian sang istri. "Ada apa, Sayang?" Danan terkekeh. Senang saja pancingannya sudah berhasil membuahkan hasil sesuai yang diharapkan tadi. Lalu, senyuman langsung dikembangkan pada sang istri, walau wanita itu belum memandangnya. Masih asyik dengan kegiatan sendiri dilakukan. "Dhiya, aku boleh minta tolong?" Danan pun tetap menjaga nadanya agar terdengar mesra. Bahkan, lebih. Salah satu cara ampuh merayu Anandhiya. "Nggak akan sulit, Sayang. Kamu pasti bisa bantu aku, Na. Yah, tugas kamu sebagai istriku, sih. Jadi kamu nggak boleh nolak, ya. Oke, Dhiya?" Anandhiya langsung saja menengokkan kepala ke arah kanan, dimana suaminya tengah duduk santai dengan punggung meny

