Ando tampak gusar dengan apa yang dikatakan oleh pria tersebut. Amarahnya mulai tumbuh dan memuncak di atas kepalanya. Sehingga dirinya tidak dapat mengendalikan amarahnya itu. Tanpa terduga, Ando maju dua langkah lebih mendekat ke arah orang-orang tersebut. Lantas, Ando pun berkata, "Siapa bos kalian, dan apa tujuan kalian menghadang kami?" "Kalian tidak perlu tahu siapa bos kami!" jawab pria tersebut dengan sikap angkuhnya. Denis dan kedua anak buahnya hanya diam menyimak perbincangan antara Ando dan salah seorang pria dari lima orang tidak dikenal itu. "Sebenarnya mereka ini siapa? Apa maksud mereka menyampaikan hal tersebut?" kata Denis dalam hati sambil terus mengamati gerak-gerik kelima orang tidak dikenal itu. "Aku sudah paham, bahwa kalian ini adalah orang-orang jahat. Tidak s

