bc

Benci Jadi Cinta

book_age18+
4
IKUTI
1K
BACA
HE
kickass heroine
bxg
lighthearted
campus
city
secrets
assistant
passionate
like
intro-logo
Uraian

Aldi cowo yang absurd slengean namun cukup populer , dan sesil cewe culun yang mengejar aldi pada awalnya.Kisah cinta yang begitu rumit terhalang gengsi antara mereka.Aldi yang awalnya begitu ilfil kepada sesil tiba-tiba mulai jatuh hati kepadanya.Pada akhirnya bagaikan kepompong sudah menjadi kupu - kupu, sesil yang sejak sma merupakan cewe terculun atau ternorak di sekolah nya seketika menjadi bos yang cantik dan berwibawa.Sedikit di bumbui dengan komedi yang menggelitik perut apakah kisah cinta mereka bisa bersatu? .

chap-preview
Pratinjau gratis
Hari-hari Kegaduhan
Naaaaakkkk?, sayaaannnng? Anak mamah !." Suara panggilan lembut dari ibu paruhbaya Sembari mengetuk pintu secara perlahan. Tokk..... Tok... Tokk ( ketukan pintu lembut) " Yaaaaa , udah bangunnnn ini ! teriak pria remaja dalam kamar, dengan mata masih tertutup dan posisi tidur memiring serta, posisi bantal guling menutup telinganya. " Yuukk bangunn sayang, nanti terlambat sekolahnya! " Saut suara lembut dari luar pintu kamar. " Iyaaa, iyaa !" Timbal balik ketus remaja dalam kamar yang masih terkantuk di pagi itu. Ibu paruhbaya memutarkan badan serta bergegas turun ke tangga. Maaahh, gimana?udah bangun anaknya? . Tanya bapa sedikit rada gemuk , memakai peci, serta mengenakan pakaian berupa kaos singlet dan sarung, tidak lupa sambil membaca koran ditemani segelas kopi panas di pagi itu. Udah pahh, bentar lagi turun kayanya anaknya. Timbal ibu paruh baya, yang saat itu mengenakan daster andalan dan wajah tertutup dengan masker putihnya, yang bergegas melangkah ke arah dapur, untuk menyiapkan sarapan keluarganya. Nahh! ade hari pertama masuk sekolah , belajar yang rajin yah nak , jangan kaya abang kamu. Duhh anak papah udah gedee, udah mau masuk sekolah. Ucap sayang bapa gendut berpeci kepada anak kecil yang sedang menyantap roti sambil menonton film kartun di pagi hari, yang berada di samping bapa gendut. 15 menit kemudian, mereka ber 3 sudah berkumpul di satu ruang meja makan. Yang terlihat hidangan sarapan pagi sudah dipersiapkan dengan kumplit lauk - pauknya. Namun disaat itu terlihat kalo formasi mereka sebetulnya masih belum lengkap . Sambil mengalaskan sebuah nasii menggunakan centong kepada bapa gendut bepeci serta anak kecil yang terduduk manis diruang meja makan. Sembari memasang muka yang ketus yang siap membombardir seisi ruangan , ibu tersebut menahan emosi yang memuncak, terlihat dari warna merah di mukanya bagaikan teko yang sudah mendidih! " Maahhh, bangunin lagi anaknya pelan-pelan ajah yah. Ucap bapa gendut hati hati dan was-was ,dengan mulutnya bergetar, karena melihat istri nya memasang muka merah seperti orang yang demam tinggi. " Gakkk bisaaa pahhh, udah diem! papah jangan ikut campur ini urusan mamah! . Jawab ibu dengan nada mengancam , dengan gerakan tangan menujuk tepat kemuka bapa gendut. Yang raut wajahnya seperti siap menerkam mangsa. Dug... Dug... Dug.... Suara hentakan kaki yang begitu hebat melangkah,percakapan 2 pasutri itu pun terhenti sejenak , bergegas ibu menuju arah ke dapur! Selang 2 menit kemudian. Sang ibu kembali kelihatan batang hidungnya lagi, segera pergi bergegas naik tangga ke lantai 2 . Masih dengan hentakan kaki yang hebat! . Sayaangg anak bungsu ayah , sebentar yahhh, ayah tutupin dulu telinga kamu. Tanpa tau alasannya apa?Sang anak pasrah , yang kebetulan saat itu sedang menyantap sarapannya. Disusul dengan pergerakan kedua tangan si bapa mengepal telinga anak itu kiri dan kanan. Di sudut yang lain. Sesat kemudian, Si ibu sudah tiba di kamar anak bujangnya, yang tanpa aba - aba , bak bagai singa yang sudah kelaparan, terlihat dari bola mata sudah terbuka secara lebar yang rasanya saat itu ingin lompat keluar , serta suara pintu terbuka begituu kerasnya! Duaaaaaaaarrrrr! ( suara bantingan pintu mengenai tembok kamar) . Si ibu perlahan menghampiri anak remaja, yang masih berbaring menyamping, dengan posisi yang masih sama pada sebelumnya bantal guling menghalangi pendengaranya . Tiba - tiba.................!!!!! Byuuurrrrrrrrrrrrrrrr!!...... Disusul siraman air ke pria remaja itu. Disusul dengan ucapan melengking keluar dari mulut ibu, dengan frekuensi begitu dahsyatnya menghujam seluruh rumahhh!! ... Pria abg itu pun kaget bukan main seketika membuka matanya! , bagai kan melihat hantuu valakk putih didepannya, dengan mata yang mau keluar pada tempatnya, disusul dengan bibir yang mulai menganga , perlahan membasuh muka menggunakan kedua telapak tangannya,yang membasahi wajah nya serta disusul pula expresi mematung! . " Anakkk gak tauuuu diri lu yee bener - bener! Terlihat mata menyala dan membesar di muka ibu tersebut, dengan wajah yang memerah bagai teko yang sudah mendidih. " Bangunnnn gakk luuu! , sambil melemparkan guling yang habis anak itu peluk serta melemparkan nya secara kencang ke asal tempat kamar tersebut. " Guaaa itung sampeee 3 ! , lu gak berdiri dari kasur lu! selesaii hidup lu dihari ini yee! . Omelan corocosan Sang ibu masih berlanjut di ruangan itu. Satuuuu........ Sudah memasuki ancang-ancang Sang ibu mulai menghitung, Duaaaa.......... Tii....... Seketika hitungan terhenti. " Astagfirullah Maaaakkkk , iya iya makk ampunnn makkk, ini langsung mandi . Anak abg itu pun bergegas berdiri dari kasurnya, serta mengambil handuk yang menggantung disamping lemari. " Ternyata Sang ibu masih mengawasi gerak-gerik abg tersebut , berdiri dengan begitu kokohnya menggenggam sebuah ember bekas penyiraman, mata menatap begitu tajamnya dan memasang wajah yang menakutkan. Tapii masker di wajah nya mulai sedikit bergeser di posisi mukanya. Abg itu sudah mengambil handuk, hendak melewati ibunya yang percis didepannya. Sedikit membungkukan badannya, serta gerakan tangan yang mengisyaratkan "permisi " , seperti akan melewati tempat angker Sang anak mengucapkan. " Punten mbahhh, permisi mbah. Jangan ganggu kulo " , celetuk Sang anak memasang cengir kuda di bibirnya,sembari berlari kecil pergi meninggalkan kamar!. Dan menghilang diantara pengkolan pintu depan kamarnya. Lalu disusul dengan suara...... Braggggggggg.......!! ( suara benda jatuh) Yuhuu untung ajah tu ember gak mendarat di punggung abg tadi di pagi itu hehehe. Disudut pandangan lain! " Alhamdulillah nak udah beresss suara petir kencengnya. di sebuah meja makan , Sang Bapa gendut melepaskan kedua tanganya dari kedua telinga anak kecil lucu itu. " Emang tadi ada suara apa pah?" Pasti kaka kena omel mamah lagi yah ayah? Huuhhh! , tanya heran anak kecil dengan memasang wajah polos. " Bukan apa - apa kok sayang , gih sana habisin makananya , biar kamu cepet besar nanti. Timbal ayah menjawab anak nya dengan expresi nyengir kuda dibibirnya. Mereka berdua mulai menyantap kembali makanannya. 20 menit pun berlalu setelah perang hiroshima itu terjadi di pagi buta! Sang ibu ternyata sudah berada di posisi meja makan,namun Sang ayah dan anak sudah tidak terlihat disana , dia sudah kembali ke sofa , dengan Sang ayah yang sedang memegang sisir ,menyisiri anak manis tersebut. Mulailah terlihat batang hidung Sang abg itu dari sudut pandangan tajam si ibu yang menyipitkan kedua matanya ,yang sedang perlahan sangat hati-hati menuruni anak tangga satu persatu. Dengan perasaan jantung yang rasanya ah! Pengen copot. " Bismillah, hamba siap ya Tuhan menerima serangan fajar yang ke dua kalinya." Gumam abg itu dalam hati , yang tulus sedang berdoa. Sambil menuruni tangga satu persatu. " Sini buruan cepet makan! Nanti kesiangan lu ke sekolah! , emakk udah males kesekolah lu , harus menghadap guru wali kelas lu , gara- gara kesiangan mulu lu-nya!. Suara menggelegar dari bibir ibu mulai terdengar kembali, yang terdengar mendengking seluruh ruangan! . " Mahh, udah mahh. Anaknya udah siap juga mau berangkat sekolah udah jangan dimarahi terus ya, Sang Bapa mencoba menjadi pahlawan untuk anak bujangnya itu, dengan sedikit suara yang sangat hati-hati perpenggalan kalimatnya." Si ibu tidak Terima dengan pembelaan suaminya, mulai meruntuhkan mental kembali Sang suaminya, dengan manaiki kembali volume bicara begitu melengking nya. " Diemmm ya pahhhh!! , teruss terusss terusss bela terus, nantinya kebiasaan !mau jadi apa dia kalo udah besar nanti kalo kebiasannya gini terus . Dengan nada pengancaman . Menimbal kembali ucapan Sang bapa tadi yang niatnya jadi pahlawan buat anak bujangnya, disusul dengan wajah sinis dan mata yang tajam tertuju kepada Sang suami yang sedang menyisiri anak kecil manisnya. Bagai tas yang di sletingi, mulut bapa itu tak berani mengeluarkan sepatah kata lagi. " Cepet kek kalo jalan kaya keong lu lambat bener, teriak melengking Sang ibu, kembali menoleh lagi ke Sang abg itu sambil melakukan gerakan tangan gretakan . Sreeetttt.... ( suara ujung kursi bergesek dengan lantai) " Iya mak iya, ini mau makan , jangan marah marah mulu ahh emak aku yang cantik ini, nanti cantiknya luntur. Celetuk puji ke ibunya untuk menengkan hatinya supaya tenang ". ( ohhhhh tidak semudah itu ternyata haha) " Sangkal Sang ibu, gausah caper - caper yahhh geli dengernya emak . Emakk gini demi kebaikan lu, emakk gini pengen lu konsisten menghargai waktu, menghargai suatu urusan apapun itu, mau itu lu masih sekolah. jadi hidup lu tertata, disiplin! . Kalo lu gini teruss? . Usaha grosir kita,usaha sembako kita,usaha klontongan kita yang udah dirintis begitu besarnya sama emak bapa lu, siapa yang mau nerusin? Luu?, dengan kebiasaan lu kaya gini? , emak ngerinya kebiasaan lu gini sampe lu dewasa nanti, bisa bangkrut usaha kita kalo lu urus. Crocos Sang emak menasehati anaknya seperti balapan motor valentino rossi di meja makan tersebut . Dan lontaran katanya pun mulai sedikit mengecil tidak melengking lagi, Yang dimana sisi baiknya jauh dalam hati, Sang emak berharap lebih kepada anak bujangnya ini supaya kebiasaan dia bisa berubah. Dan bisa meneruskan usaha keluarganya. " Iya iya maak , siapp boss tenang . Dengan gerakan tangan menghormat kepada ibunya . Tidak ada sanggahan berarti dari anak abg itu kepada ibunya . " Yaudah mak ,ini udah selesai makanya, pamit dulu yee takut kesiangan hehe. Cengir kuda Sang abg kepada ibunya, dan bergegas menghampiri ibu serta bapanya untuk mencium tanganya. " Hati - hati lu tong, kaga usah ngebut ngebut bawa motor nya, pake helm nya bismillah dulu lu . Sambut ucapan ibu mulai manis kembali ke anaknya, dengan posisi tangan sedang dicium anaknya. " Iya iya aman mak. " Timbal kembali abg itu. Bergegas menghampiri ayahnya untuk menyalami juga. " Hati - hati bawa motor nya lu tong, denger apa kata mak lu tadi " , sambut ucapan bapa mencoba menekan kembali ucapan istrinya, dengan posisi tangan yang sama seperti ibu. " Iya iyahh behh, aman bos bosku, " Timbal abg itu lagi . " Dee, nanti pulang sekolah abang ajak main yah kita main bareng" Ucap sang abg ke adik kecil manisnya. " Bener ya abang, awas kalo boong, ade ngambek 2 minggu. Timbal anak manis ke abangnya " . Yaudah - yaudah abang pergi sekolah dulu semuanya. Asalamualaikum! . "Walaikumsalam " Saut kompak pasutri itu . Abg pergi keluar rumah meninggalkan mereka semua untuk pergi sekolah, huru - hara di pagi itu selesai.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook