merubah penampilan dan kabar mengejutkan

1716 Kata
" bu, makan sekarang yahh, ajakin juga mba dini, mba sari ( 2 art lain dirumah sesil) . temenin sesil makan bareng di meja makan. teriak sesil untuk bu tini. bu tini menghampiri ke meja makan. " ahh non gak papa non kita makan di dapur belakang ajah non, ucap bu tini merasa gaenak. " aduh Buu! sesil gada temen suka males makan , kalo harus sendiri gak nafsu makan sesil bu, udah gak papa bu, temenin sesil. jawab sesil sedikit protes. " oh iya bu sekalian tiara juga suruh temenin disini yah , gausah gaenak bu ini sesil yang minta bu. lanjut ucap sesil . " yaudah non , ibu panggil yang lain yah, " ucap bu tini tanpa ada protes sembari memberikan senyuman. bu tini pun pergi ke arah dapur , memanggil tiara, mba dini, mba sari, untuk gabung makan ke meja makan, sesuai intruksi dari anak majikannya. kebetulan tiara ini sering bantu bantu juga membereskan pekerjaan rumah majikannya itu. tanpa ada penolakan sekali pun mereka ber 4 akhirnya menghampiri sesil yang sudah menunggu di meja makan. " permisi non, jujur kami gaenak non makan bersama disini , gpp non kita ber 3 bisi makan di dapur padahal " ucap bu tini, ragu. " udah bu ahh gak usah gaenak gitu, yuk duduk semua , temenin sesil makan, lagian makanan segini banyak siapa yang mau ngabisin bu, sedangkan mamah papah pulang jam 7 malem, pasti ibu masak lagi nanti juga" jawab sesil merasa tidak keberatan sama sekali. " makasih non, kami semua ijin duduk ya non" , jawab bu tini. akhirnya mereka ber 5 menyantap makanannya. beberapa menit kemudian sembari mereka menyantap makanan, sesil pun berbicara ke pada tiara. " ehh ! iya tiara, nanti kamu ke kamar aku yah , aku mau cerita penting, pokonya beres makan ke kamar yah , gak ada penolakan yah tiara. ucap sesil, serta sedikit mempertegas perintahnya. tiara hanya mengangguk saat itu, disusul ibu tini tidak berani mengucapkan apa - apa saat itu, karena mungkin bu tini sudah tahu ,sejak kecil hingga abg sampai saat ini, sesil kerap meminta ditemani oleh tiara untuk berbincang atau ngobrol ngobrol di kamarnya, curhat lah. akhirnya mereka langsung menyantap makanan kembali, hingga beberapa menit kemudian akhirnya mereka semua selesai. sesil langsung mengingatkan kembali ke tiara sembari berdiri dan siap berjalan menuju kamarnya di lantai 2 . " tiara nanti kekamar aku yah, pokonya penting !" ucap sesil menegaskan, dan dia pun bergegas duluan menuju ke kamarnya. " iya ses, aku bantuin beresin meja makan dulu yah sebentar ajah, jawab tiara sembari mengambil piring kotor untuk dibawa kedapur. " ok, aku tunggu dikamar, aku duluan yah " ucap sesil, yang mulai meninggalkan ruangan makan. 10 menit pun berlalu. " tok.. tok.. tok. " (suara ketukan pintu) " masuk ajah ra, ga dikunci kok " jawab sesil dari dalam kamar. " permisi ses, " saut tiara. sembari menghampiri dan berdiri di samping kasur sesil. " sini duduk, sesil pun memegang tangan tiara. " " aku boleh nanya sesuatu gak ra? " tanya sesil. " iya boleh ses. ucap tiara sembari menganggukan kepalanya ". " kata kamu penampilan ku nora gak tiara? , sikap aku terlalu berlebihan gak sih ke aldi " . tanya sesil kepada tiara. " kamu cantik banget kok ses , " jawab tiara. " yaampun kamu ini ragu-ragu banget, plis ra aku tuh manggil kamu kesini pengen tau koreksi dan pendapat kamu tentang penampilan aku dan sikap aku ke aldi. saut sesil sembari memegang kedua tangan tiara. " sebelumnya aku minta maaf ses, kamu ingin merubah penampilan kamu dan sikap kamu buat aldi? " . tanya tiara. sesil pun melepas tangan tiara dan berdiri, menuju arah meja belajarnya yang dimana terdapat sebuah cermin, sembari mengucapkan " kayanya iya ra aku harus merubah penampilan aku, dan merubah sikap aku menjadi lebih kalem kaya kamu. jadi bantu aku ra untuk merubah penampilan ku supaya bisa lebih natural , aku butuh masukan banget dari kamu " . ucap sesil sembari menghadap arah cermin. disusul tiara pun berdiri dari kasur sesil ,serta menghampiri sesil ke meja belajarnya, dengan sedikit aga canggung tiara pun berani untuk mensupport serta membantu sesil saat itu secara maksimal, mereka pun berbincang sangat intens. disusul tiara bergegas ke arah lemari untuk mempersiapkan seragam sekolahnya sesil,serta mulai membantu make over sesil, secara canggung! tiara mencoba membantu keinginan sesil saat itu, dan mensupport langkah yang diambil sesil untuk merubah penampilanya dan sikap nya. setelah beberapa menit mereka ber 2 mengatur strategi agar aldi mulai tertarik ke sesil. sesil mencoba merubah dari segi penampilan dia, dari mulai blass on, lipstik, berdandan,dan gaya rambut,yang awalnya terlihat terlalu menor, dia ingin merubah penampilan nya menjadi secara natural . setelah sesil mencoba dengan dibantu tiara . akhirnya untuk penampilan dia, dia sudah menemukan yang pas untuk dia. " kayanya aku akan berpenampilan seperti ini ra besok dan seterusnya, gimana menurut kamu ?" , tanya sesil, meminta komentar dari tiara. dengan posisi berdiri didepan cermin,wajahnya dia sekarang sedikit lebih fresh, hanya memakai blas on mengikuti warna jenis wajah nya yang sedikit sawo matang saat itu, serta lipstic yang mengikuti warna bibirnya. ditambah rambut yang dia pilih hanya di kepang kuda 1 .dan eyeshadow yang tidak terlalu mencolok . " meskipun kamu mau di gimanain juga kamu bakal tetep cantik banget ses, mudah-mudah dengan penampilan kamu seperti ini aldi mulai memberikan respon positif ya ses. jawab tiara tersenyum, dan mensupport langkah sesil saat itu. dalam hati tiara dia pun berbicara. " kamu hebat ses sampai sejauh ini usaha yang kamu lakuin, semoga kamu selalu bahagia, dan bisa mendapatkan apa yang kamu mau " tiara bicara dalam hati, sembari tersenyum tulus dan senang melihat penampilan sahabatnya sekaligus anak majikanya. hari itu mereka lewati berbincang kembali dalam kamar. Waktu berlalu, tibalah kedua orang tua sesil sampai kerumahnya. " mamah gak sabar pengen liat anak cantik kita pah, udah kangen mamah " ucap bu hetty kepada suaminya, sembari berjalan menuju pintu rumah, yang dimana hari sudah gelap saat itu, dan sudah disambut sama mba sari saat itu didepan pintu yang sudah terbuka. " iya pahh, mungkin papah mau berbincang sebentar ke sesil dan melanjutkan pekerjaan papah diruangan papah nanti, ada sesuatu yang papah beresin hari ini untuk meloby kerjasama dengan perusahaan singapur itu mah, mudah-mudahan bisa gol dan pastinya ini akan mempengaruhi perusahaan kita nanti " saut pak baskoro, " yaudah pah, tapi jangan terlalu cape jangan sampai malam ah, jaga kesehatan papah " jawab bu hetty " iya iya cantiku, cetus pa baskoro, sembari merangkul bu hetty yang tampak mesra berjalan menuju arah pintu masuk rumah. " selamat malam tuan, nyonya, makanan sudah siap di meja makan " tegur dari mba sari dengan memberikan senyuman tulus. " iya mba, oh iya non sesil masih dikamar nya mba? , tolong panggilin dong dia untuk keruang tv , " ucap bu hetty. " siap nyonya , saya panggilin dulu non sesil keatas " . jawab dari mba sari. akhirnya mereka berdua pun memilih berbincang terlebih dahulu bersama putri semata wayangnya , serta mereka bergegas untuk duduk diruang TV saat itu. beberapa menit kemudian. " permisi tuan, nyonya , non sesil sebentar lagi turun katanya, saya pamit kedapur lagi ya tuan,nyonya" . ucap dari mba sari sembari meminta ijin untuk bergegas pergi ke dapur lagi . " makasih yahh mba " jawab bu hetty. selang beberapa menit akhirnya sesil terlihat menuruni tangga saat itu. " ehhh anak cantiknya mamah, sini sayang duduk kebawah cepet, mamah sama papah mau mengobrol sesuatu sama kamu, saut bu hetty sembari memperhatikan anaknya yang sedang menuruni tangga. " iya mah, ada apa nih tumben banget , lagi pada seneng ya? " jawab sesil, sembari masih menuruni anak tangga. setelah sesil menghampiri kedua orangtuanya, dan dia memilih duduk di sofa tengah, antara mereka berdua . " ada berita apaan nih pah, mah? " tanya sesil penasaran. akhirnya terjadilah perbincangan saat itu yang sangat amat panjang . bahkan sangking panjangnya, penulis cerita ini bingung kalo harus menulisnya secara detail ( hehehe). jadi kita ke intinya ajah . terlihat di dalam perbincangan panjang wajah sesil sedikit kecewa dan berkaca -kaca saat itu. " gimana sayang? kamu setuju nanti kalo pun kita pindah kesiangpura untuk beberapa saat , plis sayang ngerti yah, lagian cuma beberapa tahun kok dan kamu mungkin ambil s1 disana juga, mamah janji bakal nemenin kamu disana full seharian ,mamah bakal ada di rumah memperhatikan kamu, karena ini penting untuk keberlangsungan perusahaan papah kamu nantinya . rumah ini bakal kita tinggalin dulu ya ,mungkin untuk beberapa tahun, kamu jangan sedih dong , nanti kalo kamu libur sekolah, kita ber 3 bisa balik lagi ke indonesia buat liburan disini. ya emang sih mungkin papah bakal sedikit bulak balik Indonesia - Singapura, namun fokusnya papah juga pasti bakal ngabisin banyak waktu di Singapura karena bisnis dengan coleganya untuk beberapa tahun sayang. mamah harap kamu ngerti sayang, mungkin 10 hari kedepan kita bakal pindah. ucap bu hetty secara singkat, padat, jelas, memberikan alasan kenapa mereka harus pindah dulu ke Singapura untuk beberapa saat. " terus usaha properti real estate mamah gimana? kalo kita disana? . di Handel sama yang lain gitu;mah?, sesil sih berat mah untuk pindah meskipun hanya beberapa saat disana mah, pah " jawab sesil sembari meneteskan sedikit air mata saat itu. " usaha mamah mengalami kebangkrutan ses dan tidak ada perkembangan secara signifikan, makanya papah harus melebarkan sayap untuk perusahaan papah ini ses supaya tidak bernasib sama , Satu-satunya kesempatan untuk papah yang nantinya bakal berpengaruh besar untuk hidup kita juga, papah harap kamu ngerti yah sayang, mungkin untuk s1 kamu disana papah bakal masukin kamu untuk ambil study manajemen dan bisnis yah ses, kalo pun langkah yang papah ambil ini berhasil, kelak kamulah pewaris tunggal yang bakal meneruskan usaha kita ini . jawab pak baskoro, yang saat itu memberikan penjelasan kepada anaknya serta membujuk anaknya untuk mengerti situasi yang sedang dihadapi. " terus rumah kita disini gimana mah , pah,? sesil bertanya kepada kedua orangtuanya. " rumah disini tetep kok nantinya bakal diurus sama bu Tini nanti bakal mamah jelasin juga ke bu Tini, lagian kita juga pasti kesini kok kalo liburan kamu tenang ajah . ujar bu hetty. akhirnya sesil pun setuju saat perbincangan itu, disusul dengan mereka ber 3 berpelukan bersama, sembari kedua orang tuanya menenangkan sesil saat itu yang sedih bersedih berat untuk pindah ke Singapura.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN