Petaka Malam Tahun Baru Bab 23 : Pulang Kampung “Novelnya bagus, ya, Mbak?” “Ceritanya tentang apa itu?" “CCTV isinya hantu semuakah?” “Saya juga suka cerita horor loh, nanti boleh pinjam, ya!” Itulah ocehan pria di sampingku yang membuat aku sedikit jengah, padahal tadi yang duduk di sini bukan dia. Entah ke mana pergi anak remaja yang seusia adikku itu? Dengan tetap mengacuhkannya, aku bangkit dari kursiku lalu meletakkan novel bacaanku ke tempat duduk. “Permisi, saya mau ke toilet!” ujarku saat melewati sang pria bawel dan ibu-ibu berhijap itu yang duduk di sampingnya. Dengan tergesa-gesa, aku menuju toilet yang ada di balik kursi penumpang bagian paling belakang. Aku nggak kuat kalau kena AC, bawaannya mau pipis melulu, emang nggak cocok jadi orang kaya kalau begini. Setelah

