Petaka Malam Tahun Baru Part 22 (POV Seno 2) [Riva, bisa kita bertemu sore ini? Ada hal penting yang ingin kubicarakan.] Segera kukirim pesan itu kepada Riva dan berharap ia sudi membalasnya. Yeah, jangankan dibalas, dibaca juga nggak. Beginilah kalau seorang wanita yang hatinya sudah teranjur sakit oleh ulah pria, ia akan sadis ke pria lainnya juga. Oke, lebih baik tidur siang saja dulu, siapa tahu pas bangun tidur nanti pesanku sudah dibalasnya. Entah sudah berapa lama aku tertidur, perut rasanya melilit. Cacing-cacig di perut ini seakan berdemo saja. Bergegas aku bangkit dari tempat tidur lalu menuruni anak tangga dan menuju dapur. Kubuka tudung saji, hmm ... lauknya menu kesukaan mama semua ini. Ada rendang jengkol, pepes ikan nila, asam pedas cumi, sambal udang campur pete. Semua

