“Kisah cinta yang rumit. Kenapa semua pria tampan tertarik sama kamu sih, Sand?” Indri menatap Sandra lekat-lekat. Sandra mengangkat bahu. “Dibilang cantik, enggak. Pinter juga enggak.” Indri mengatakannya dengan kepala bergerak ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Desy dan Elly yang sedang sibuk membuat tom yam menatap mereka kemudian saling bersitatap. “Julian milih Sandra dibandingkan kita, El.” Elly mengangguk sedih. Dia mengiris tomat dengan begitu lembut dan kecil-kecil hingga mata Desy membelalak. “Ly, jangan kaya gitu ngirisnya. Itu tomat bukan daun bawang!” pekik Desy yang sadar tensinya bakal naik. “Kamu nggak bilang aku ngirisnya harus kaya gimana.” Desy udah mulai mewek d
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


