Bab-31

1068 Kata

Suasana coffee shop menjelang sore terasa lebih ramai dibanding saat Veanna datang. Suara mesin pembuat kopi berpadu dengan alunan musik yang mengalun pelan dari sudut ruangan. Beberapa orang sibuk bekerja dengan laptop mereka, sebagian lainnya mengobrol santai tanpa memperdulikan keadaan di sekeliling. Seperti biasa mereka cukup menggunakan privasi mereka ketika bertemu dengan Veanna yang notabene artis besar. Tidak ada yang meminta fhoto, tanda tangan karena mereka memiliki kesibukan masing-masing. Di balik jendela besar, langit mulai diselimuti awan tipis. Sesekali kendaraan berlalu, meninggalkan pantulan cahaya di atas kaca. Veanna masih menatap cangkir latte yang kini hampir dingin. Jarinya mengusap pelan bibir cangkir tanpa benar-benar berniat meminumnya lagi. Pikirannya masih dipe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN