17. Kekhawatiran Arga

1887 Kata

Jane berdiri memandang wajahnya dicermin yang ada di atas wastafel. Kesal? Iya Sakit hati? Pasti, tak perlu ditanya. Dia masih kesal karena suaminya masih mengingat wanita itu, tapi disisi lain dia bersyukur karena Arga tanpa sadar menyebut nama itu sehingga dia bisa kembali dengan kesadarannya. Air keran dibiarkannya menyala, dia kesal sampai ingin mengumpat tapi dia menahannya, rasa kesal itu tak keluar, sangat terasa sesak sampai susah bernafas dan dia memukul dadanya sendiri hingga terasa sedikit lega, kakinya tak kuat untuk menopang tubuhnya lagi dan akhirnya dia duduk disana dengan air mata yang masih mengalir. Kali ini Jane menangis dalam diamnya. Menangis menyadari bahwa Arga memang masih mengingat Indira. Lagi-lagi dia kalah dengan wanita itu, untuk kesekian kalinya sakit ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN