"Oh, jadi ini tempatnya?" tanya Sila begitu motor yang dikendarai oleh Andika sampai di sebuah bangunan yang tampak sedikit lebih layak diantara rumah kardus di sekitar tempat ini. Sebuah pemandangan yang bertolak belakang jika kita mengamati tempat Sila dan Andika berdiri saat ini. Gedung-gedung pencakar langit tampak berdiri kokoh disana, meski tak sekokoh nyali Rey saat berhadapan dengan Sila, berbanding dengan kemegahan itu ada puluhan bahkan ratusan kerapuhan dari rumah-rumah kardus para pemulung. "Aku bergabung di tempat ini bersama teman-teman lain. Ayo masuk!" ajak Andika pada Sila yang masih memperhatikan sekitar. "Kenalkan, ini Sila. Sila, ini Tiara, Gunawan, dan yang sedang mengajar di sana namanya Iwan. Yang lain nanti sore datangnya," ucap Andi menjelaskan sambil memperken

