Tubuh Sila terasa bergerak-gerak sehingga rengkuhan tangan Rey sedikit merenggang. Kini punggung Sila menempel dengan d**a Rey yang hangat melingkupinya. Begitu merasa dekapannya bergerak, Rey membuka matanya perlahan. Dilihatnya tubuh Sila kini membelakanginya. Diletakkan tangannya di pinggang Sila dan menarik mundur agar tubuh keduanya semakin dekat. Lalu Rey kembali memejamkan matanya. Eyang...... Rey membuka matanya begitu mendengar suara lirih Sila yang sedang bergumam. Sepertinya Sila sedang mimpi dan mengigau. Rey menepuk pelan pundak Sila agar gadis itu tenang. Diusapnya rambut Sila yang basah karena keringat dan menyelipkan di bawah telinga. Telapak tangan Rey diletakkan di kening mengecek apakah demam Sila sudah turun atau belum, ternyata sudah jauh lebih baik. Diperhatikann

