Damai

1482 Kata

Pagi-pagi sekali Rey dikejutkan dengan kedatangan Andika di rumahnya. Saat ia bersiap akan berangkat kerja, dilihatnya laki-laki sialan itu tengah duduk sok manisnya di ruang tamu rumah keluarga Aldari. Rey sebenarnya berat hati untuk menyapa namun apalah daya sikap ramah hati menginginkan dirinya menyambut tamu terlalu rajin yang datang ke rumahnya pada pukul enam. Padahal Emil saja masih berendam sambil joget gergaji di kamar mandinya. "Cari siapa ya?" tanya Rey mencoba basa-basi padahal dalam hati dia ingin mengumpat karena teringat orang yang ada di ruang tamunya itu ada main dengan singa betinanya. "Saya mencari Pak Ari. Tadi saya disuruh menunggu di sini," jawab Andika sopan. "Sepertinya wajah kamu tidak asing. Lagi pula ada hubungan apa dengan Papa?" Selidik Rey ingin tahu. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN