Perjodohan (II)

1835 Kata

"Tapi saya tidak pantas, Om," sela Andika sebelum Rangga melanjutkan tawarannya. "Kamu pantas, mungkin sekarang belum tapi Om yakin tidak salah memilihmu. Jadi, iya atau tidak terserah kamu," lanjut Rangga meyakinkan pemuda di hadapannya. "Apakah Sila keberatan nantinya?" tanya Andika lirih. Rangga tersenyum kemudian menggeleng. "Tentu saja tidak. Om tahu benar bagaimana sifat putri sulungku." "Baiklah Om, saya terima." Rangga tersenyum puas dengan keputusan Andika. Kini ia sedikit tenang telah mempercayakan pada Andika, putra dari sahabatnya yang telah berpulang bersama istrinya. Orang tua Andika dan Rangga dulu adalah teman saat masih sekolah. Keduanya sama-sama di kelas yang sama. Namun saat menginjak bangku kuliah, Rangga meneruskan studi ke luar negeri sehingga hubungan keduanya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN