Ruangan Rahasia

2072 Kata

"Sidangmu bagaimana?" Ia berdeham. Agak canggung rasanya. Karena sudah lama tak saling berhubungan. Kini malah diajak minum air kelapa. Ya tak jauh kok dari rumahnya. Ia mau karena sekalian membicarakan soal masa lalu itu. Masa lalu baginya walau belum lama berlalu. "Lancar kok." "Alhamdulillah. Kamu gak kasih kabar sama sekali." Ia hanya tersenyum tipis. "Bentar." Cowok itu beranjak. Ia memang membawa sesuatu dengan motornya. Makanya, ia mengambilnya untuk kemudian diberikan pada Zasha. Apa itu? Boneka dan bunga. "Maaf ya cuma bisa ini. Kalau kamu bilang ke Dewi jauh-jauh hari, aku pasti bisa nyiapin yang mebih baik." Ini ia beli terburu-buru. Zasha tentu bingung bagaimana harus mengatakanya. Ia tahu kalau ini memang harus diakhiri. "Suka?" Ia menghela nafas. Bingung harus men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN