“Apa kalian ingin membunuh aku, istriku dan bayi kami?” tanya Golzyver memandang setiap pelayan tanpa berkedip sedetik pun. Tak ada yang berani menegakkan kepalanya menatap majikan mereka. Semua pelayan menunduk seraya mendengar pertanyaan Golzy yang ia sampaikan dengan datar, dan sangat tegas. Suara wibawanya terdengar seperti pisau yang menghujam. Para pelayan itu sudah pasrah jika memang mereka akan kehilangan pekerjaan. Meski, mereka tahu bahwa ada yang salah di antara mereka. Hanya saja mereka sama sekali tidak peka, siapa, apa, mengapa dan bagaimana sampai mereka bisa ada dalam situasi seperti sekarang. “Maafkan kami, Tuan. Kami sama sekali tidak berani,” sahut kepala pelayan mewakili semua yang hadir. “Sudahkah kalian menjalankan prosedur seperti yang telah kita sepakati unt

