Teriakan Karan yang masuk ke ruangan makan dengan tiba-tiba membuat semua orang di dalamnya tertegun. Tanpa permisi, Karan langsung menjalankan niatnya. Pelayan pengintai yang paling kaget di antara semuanya. Ia tidak tenang di tempatnya berdiri. Wanita itu sembunyikan tangannya di belakang tubuhnya, karena telapaknya mulai berkeringat. Ia memainkan jemarinya tanda gelisah. Jantungnya berdegup tak beraturan dan ia hampir tidak bisa menghembuskan napasnya, menatap tajam pada Karan yang sedang sibuk di meja makan. Golzyver melebarkan pupil matanya dari tempatnya duduk, melihat apa yang dilakukan oleh Karan lalu ia berbisik pada istrinya, “Bukankah kepala pelayan selalu mengecek makanan kita, sebelum dihidangkan di meja?” “Iya, Sayang. Tapi, aku tidak tahu apa yang terjadi karena Kar

