Karan menggunakan kesempatan yang ada untuk berbicara dengan mandor. “Maaf, Tuan. Saya ada informasi.” “Tunggu saya di ruangan. Saya akan segera menyusul,” balas mandor. Ia tidak ingin para pekerja yang lain jadi curiga dengan pembicaraan mereka. Sebenarnya, Karan ada pada posisi beruntung karena ia yang jadi koordinator minggu itu. Jadi, wajar saja kalau memang masih ada percakapan lanjutan dengan mandor, setelah semua temannya bubar dari tambang. Tak lama kemudian mereka sudah berhadapan di dalam ruangan. “Tuan, sebaiknya melihat langsung apa yang akan saya sampaikan. Biar bisa jadi bukti.” “Kapan dan di mana?” “Harus tengah malam, Tuan. Bahkan menjelang dini hari. Kita ketemu di lapangan sekitar pukul satu pagi.” “Baiklah. Sampai ketemu nanti.” Mandor akhirnya turut juga denga

