Sheela akhirnya sampai juga di parkiran toko setelah ia mengambil jalan pintas. Dirinya sempat menatap ke kiri dan ke kanan, tetapi sepi. Ia kemudian langsung fokus pada keretanya dan setengah berlari, bergegas mendekati kendaraan tersebut dan membuka pintunya. Tanpa menunda, Sheela naik, duduk dan memberi perintah, “Silakan jalan, Pak. Langsung pulang!” Sang kusir segera beraksi tanpa perlu menjawab lagi. Sedang kusir yang sebenarnya, sudah benar-benar terjaga dan hanya bisa membeliakkan matanya melihat majikannya sudah naik ke dalam kereta yang dibawa oleh orang asing yang tidak punya otak. Mulutnya masih tersumpal dan anggota tubuh yang lain terikat rapat. Sedang di kereta, semuanya masih baik-baik saja begitu mereka melewati pasar lalu melintasi kota. Kediaman Sheela tidak pers

