“Rapikan semua barangmu karena kamu tidak akan kembali ke ruangan ini lagi!” ucap sipir penjara begitu pintu sudah ia buka. Praijing dalam posisi bersila sedang lakukan meditasi. Ia membuka matanya dan melihat sipir sedang berdiri menunggunya. “Sekarang?” tanya Praijing masih tidak yakin. “Waktumu kurang dari dua menit sebelum ada yang berubah pikiran.” Praijing melompat dan menyambar beberapa barang yang ia miliki. Bahkan alas kakinya juga ia jangkau dengan jemarinya dan saat di luar sel barulah terburu-buru ia memakainya. “Kita akan ke mana?” tanya Praijing. “Tutup mulutmu!” geram penjaga dan terus berjalan lebih cepat lagi. Ternyata, pengacara dari Praijing sudah menanti di ruang depan, pintu utama masuk ke gedung tersebut. “Selamat Praijing. Permohonan bebas bersyaratmu sudah

