Vera sedang ada di gazebo bersama putranya. Mereka sambil nikmati matahari di sore hari. “Paket untuk siapa?” tanya Vera pada penjaga pagar. “Paket untuk Pak Karan, Nyonya.” “Oh, berikan padaku. Kebetulan, kami sudah ingin ke dalam.” Vera menatap jam dinding dan hampir pukul lima sore. Tapi, Karan seharusnya masih ada di ruang kerjanya. “Untung kamu belum pulang,” ujar Vera muncul di depan pintu. “Selamat sore, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?” Karan langsung berdiri begitu melihat atasan wanita tersebut sudah ada di ruang kerjanya. “Kurir antarkan sesuatu untukmu. Mungkin mau kamu buka sekarang?” balas Vera menyodorkan bingkisan di tangannya. Ia sambil menggendong putranya. Karan bergegas menghampiri Vera dan menerima paket tersebut. “Sungguh telah merepotkan, Nyonya. Maafk

