Fox sudah ada di kamarnya. Ia tidak bisa lupakan percakapan setelah ia diramal oleh Zevho. “Jadi, apa yang kita ketahui sekarang tentang masa lalu saya?” “Apa kamu ingin tahu semuanya, atau yang positif saja?” Ada jeda waktu karena Fox masih berpikir. “Semuanya. Saya akan merasa terbantu jika bisa tahu secara utuh apa sebenarnya yang terjadi.” “Tentang namamu dan keluarga. Sayangnya, saya tidak bisa dapatkan gambaran jelas sapaan yang dipakai khusus untukmu. Tapi, ada beberapa baju yang hanya ada satu huruf saja dengan ukuran sangat besar yaitu ‘F’.” “Berarti, Fox itu sudah mendekati namamu,” sela Praijing. “Kalau begitu, aku akan tetap pakai nama ini.” “Aku lihat ada seorang wanita paruh baya karena terlihat dari rambutnya yang mulai beruban. Tidak ada anak-anak atau pun wanit

