Karan terkesima melihat tampilan Adzja. Hampir enam bulan mereka tidak bertemu sejak ia antar Adzja ke barak para pelayan yang tinggal di rumah Vera. Terakhir kalinya ia berbicara dengan gadis itu setelah selamatkan Adzja dari terowongan di ruang bawah tanah di mana gadis itu disekap oleh Zalgrix. “Nyonya Vera, mari masuk. Suamiku juga sedang ada di dalam, karena waktu istirahat makan siang.” “Apa kami mengganggu kalian?” balas Vera melirik pada Karan sekilas. “Tidak sama sekali, Nyonya. Silakan duduk. Selamat datang Karan.” Pemuda itu hanya mengangguk menyambut sapaan dari Adzja. Ingin rasanya ia menatap temannya itu lebih lama, tetapi ia tidak berani. Vera mengambil tempat agak jauh dari pintu sehingga Karan tidak canggung untuk berjalan melewati mereka berdua. “Nyonya Vera, se

