Waktu tiga puluh menit sudah berlalu, dan Karan belum juga selesai antri. Ia berada di bagian tengah sekarang. Ada sekitar lima pekerja senior yang menyerobot barisan antrian mereka, sehingga para buruh yunior hanya bisa menahan amarah karena tidak bisa berkutik. Dari jauh, Karan lihat Adzja yang sedang melayani para pekerja yang masih antri di bagian paling depan. Tersisa sekitar lima orang di depannya, Adzja terlihat sedang berbisik pada sesama pekerja yang menjaga meja makanan. Tak lama kemudian, ada sekitar lima orang yang sekarang melayani pekerja dari yang tadinya hanya dua orang sebelum Adzja tiba. Akhirnya, semua pekerja yang ada dalam antrian panjang, bisa lebih cepat dilayani. “Terima kasih,” kata Karan begitu berada di depan Adzja yang langsung jalankan tugasnya melayani.

