Siang itu, cuaca begitu terik. Setiap pekerja sudah berupaya sebisa mungkin untuk terus bekerja, tetapi kekuatan mereka juga terbatas. Apalagi panasnya matahari seperti menyedot habis tenaga mereka. Jeda waktu tiga puluh menit diberikan pada para pekerja untuk beristirahat sejenak. Setidaknya, sampai matahari sedikit bergeser dari poros yang sekarang, agar sengatan bola api raksasa itu tidak menyakiti raga mereka. Ada sekitar dua puluh orang dalam tim penggali yang Karan ikuti. Tiba-tiba salah satu pekerja senior terlibat pertengkaran dengan sesama teman kerja hanya karena salah bicara. Awalnya mereka seperti sedang saling berbagi rahasia. Duduk berdampingan. Saling berbisik lalu tertawa bersama. Dan saling teriak mulai terjadi dengan keduanya mulai pindah duduk berjauhan. “Apa mau

