Suasana di Cevza Timur yang begitu terik, berbanding terbalik dengan iklim di mana Zevho berada, di daerah perbatasan antara Cevza Timur dan Selatan. Biar bagaimana pun, ia masih harus tetap tinggal di daerah yang dekat dengan tanaman dan hutan sehingga ia masih bisa kumpulkan rempah-rempah yang ia butuhkan sebagai bahan baku ramuannya. Aroma khas untuk menjadi perantara demi pertajam indranya tetap sangat Zevho butuhkan. Adanya aroma yang ia ramu sendiri, memperjelas penerawangannya. Zevho baru kembali ke kamar sewaanya dengan sekeranjang tanaman berkhasiat yang akan ia manfaatkan nanti. Ia mampir berjumpa dengan pemilik rumah terlebih dahulu. Ia hendak lakukan pembayaran sewa bulanan. “Tunggu sebentar, Zevho. Saya masih layani pembeli.” Pemilik rumah punya usaha warung kopi dan cem

