Karan menatap setiap orang yang melihatnya satu per satu. Ia sedang ada dalam pergolakan batin antara mengakui dirinya sebagai anak peramal di depan semua orang, saat itu juga, ataukah diam saja. Karan tahu betul posisinya. Ia bisa membantu ibunya, kalau Golzy menolak untuk berjumpa dengan gubernur karena alasan yang tidak kuat. Mereka sudah pernah katakan kalau semua yang Karan minta, akan mereka turuti karena hutang nyawa pada Karan. Tapi, Karan tidak ingin keadaan menjadi semakin rumit sehingga ia memilih untuk diam. Sangat sulit tapi prioritas sekarang adalah membujuk Golzy untuk bisa bantu ibunya. “Sebenarnya, saya yakin kalau kematian almarhumah itu memang sudah direncanakan. Siapa pembunuhnya yang memang saya tidak bisa buktikan dengan mudah.” Suara Zevho memecah keheningan

