Jangan tinggalkan mas ya

1966 Kata
"Mba saya mau jus alpuket lagi satu." Ujar Rahelia kepada pelayan cafe dengan mulut yang penuh dengan makanan ringan yang ia beli di supermarket. "Iya mba ditunggu ya."jawab pelayan tersebut yang langsung mempersiapkan jus nya. Rahel terduduk disana dengan lamunan payah, ia memikirkan perasaanya yang mulai plinplan. Tanpa berkata Rahel hanya bergumam dalam hati. "Kenapa perasaanku ini?disatu sisi aku menginginkan kepastian Gio, tapi disisi lain aku juga mengharapkan mas Arfian," "Aku harus apa sekarang?menunggu Gio tiga tahun kurasa sudah cukup tapi untuk menunggu mas Arfian menceraikan Lita itu juga tidak mudah, apalagi Lita benar benar mencintai mas Arfian," "Kenapa tuhan?kenapa aku seakan menginginkan kedua nya?apa aku egois?" "arghhhh."Teriak kecil Rahelia dengan penuh bimbang dan kebuntuan di otaknya. "Kenapa harus aku pikirin coba, mending makan yang banyak."Ujarnya yang makan lagi dengan lahap. "Ini mba jus nya."Ujar pelayan yang menyimpan jus nya dimeja Rahelia. "Makasih mba." "Sama sama."jawab pelayan itu yang langsung pergi lagi. Ketika Rahel sedang minum, tiba tiba ada yang memanggilnya dan seketika ia melirik ke arah suara tersebut. "Rahell." "Eumm panggil aku?"tanya Rahel pada orang itu. "Yaiyalah, siapa lagi kalo bukan kamu."jawab orang ini so akrab. "Bentar bentar, kamu siapa ya?"Tanya Rahel bingung. "Ya ampun baru aku tinggal 2 tahun aja udah lupa, aku Rangga."Ujarnya menjelaskan dirinya dan langsung duduk disamping Rahelia. "Rangga!"Teriak Rahel kegirangan. "Ehh berisik."sahut Rangga. Rangga adalah sahabat kecil Rahelia, mereka selalu bersama dari sekolah dasar sampai kuliah namun mereka terpisah karena pekerjaan. "Ya ampun kamu agak berisi sekarang, dulu kan kurus kaya sapu lidi."cubit Rahel gemas pada tangannya. "Yaiyalah, sekarang kan aku kerja di singapure semua terjamin dari makan sampai rumah."Ujar Rangga pamer. "Terus kenapa sekarang bisa ke Indonesia?"Tanya Rahel penasaran. "Iya aku dipindahin disini, ya itung itung pulang kampung lah. Oh iya sekarang kamu kerja dimana?"Tanya Rangga yang langsung menatapnya. "Di Bimantara grup."Jawab Rahel yang minum lagi. "Bimantara?serius?itu kan perusahaan terkenal se Asia, wah enak dong gaji kamu besar."Puji Rangga. "Ya begitulah."Sahut Rahel cuek. "Eh..Btw gimana kabar Gio?kamu masih ada hubungan sama dokter c***l itu?."Tanya Rangga dengan tengilnya. Mendengar nama Gio wajah Rahel berubah sendu dan seakan malas untuk membahas laki laki itu. "Jangan bahas Gio bisa kan?" "Idihhh biasanya kamu paling heboh kalo ngomongin dokter gantengmu itu, lagi ada masalah sama dia?"Tanya Rangga dengan angkuh dan penasaran. "Gak usah ditanya lagi, emang dari dulu kan hubungan aku sama dia banyak masalah?aku cuma mau dikenalin sama orang tuanya tapi sampe tiga tahun ini aku gak pernah dia bawa ke orang tuanya." Ujar Rahelia yang tiba tiba sangat bersemangat ditambah kesal menceritakan keluhannya pada sahabat nya ini. "Kadang aku suka berpikir apa mungkin dia gak punya orang tua?atau mungkin dia bukan manusia?ya jelmaan alien gitu yang turun kebumi, sengaja buat aku jatuh cinta dan bikin hidupku Sensara!"kesal Rahel yang menggeprak meja yang membuat Rangga terkejut. "Ehh tenang Nona, minum dulu minum."Sahut Rangga menenangkan Rahelia. Rahelia pun menghela nafas nya dan minum dengan cukup banyak. "Aku cape Rangga berharap sama dia."Ujarnya sedih. "Ya salah kamu sendiri lah pacaran sama orang yang gak jelas asal usulnya, harusnya kamu itu cari yang jelas ya mungkin aja yang disamping kamu ini."Ujar Rangga memberi kode pada Rahelia. "Kursi maksud kamu?"Celoteh Rahelia menepis kode Rangga. "Arhgg, kamu itu emang gak pernah peka dari dulu."Ujar Rangga dengan raut wajah sedih. "Bukan aku gak peka, cuma kan kita udah temenan dari kecil ya gak mungkin lah aku suka sama kamu."Jawab Rahelia yang tersenyum manis padanya. "Iya tau aku emang gak ganteng kaya Dokter Giomu itu."sahutnya dengan manyun. "Idihh marahnya kaya anak anak."Ujar Rahel meledek Rangga. Tiba tiba handphone Rahelia bergetar,dan ternyata notifikasi pesan dari Arfian. "Ehhh aku kerja dulu ya udah dicari bos nih, jangan marah ya."Ujar Rahel yang langsung berdiri. "Iyaa, eh nanti pulangnya aku jemput ya."Sahut Rangga penuh harap. "Gak usah, aku kan bawa mobil."Jawab Rahel. "sombong nya."Ledek Rangga. "Hhhhe, yaudah duluan ya." "iya hati hati." Raheliapun berjalan menuju kantornya meninggalkan Rangga. "Huuh makin cantik aja tuh anak."ujar Rangga yang terpesona dengan Rahelia. Setelah sampai dikantor Rahelia berjalan menelusuri ruangan yang sedang diperbarui, semua terlihat sibuk membantu orang yang sedang men Design ruangan dan Andre kepercyaan nya Arfian. "Pasti buat acara peresmian mas Arfian, tapi mas Arfian kemana?katanya nyuruh aku ke kantor."Ujar Rahelia yang berjalan lagi. Ketika ia akan menuju ruangan Arfian tiba tiba ada yang menarik tangan nya masuk kedalam ruangan lain. "Eh eh," "Kamu si....mas Arfian."Ujar Rahelia yang terkejut karena ternyata Arfian yang menarik tangan nya. "Suttt jangan berisik."Ujar Arfian yang menempelkan jari telunjuk dibibirnya. "A,ada apa mas?"Tanya Rahelia penasaran. "Ada mertuaku disini, kita pasti sulit buat berduan."jawab Arfian dengan suara pelannya. "Terus gimana mas?"Tanya Rahelia bingung. "Kamu ikut aku, kita ke suatu tempat yang aman."ujar Arfian lagi dan Rahelia hanya mengangguk saja. Setelah percakapan singkat itu mereka pun berjalan menuju parkiran dan cepat cepat masuk kedalam mobil, setelah masuk Arfian pun segera menjalankan mobilnya menjauh dari kantornya. "Emang kita mau kemana mas?"Tanya Rahelia yang duduk disebelah Arfian. "Ada deh, pokonya ini kejutan buat kamu."Jawab Arfian yang tersenyum menatap Rahelia. "iya kasih tau dulu."Ujar Rahelia memaksa. "Nanti juga tau sayang, sabar ya."Jawab Arfian yang mengusapi rambut Rahelia dengan gemas. Selang beberapa menit merekapun sampai ditempat tujuan. Terlihat disebuah gerbang besar berwarna hitam namun sangat rapat tidak ada celah sedikitpun, ada dua orang bodygart bertubuh besar dan tinggi yang membukakan gerbang nya untuk mobil Arfian. Setelah mobil Arfian masuk merekapun menutup gerbangnya kembali. Rahelia menatap sekeliling nya, terlihat sebuah rumah tiga tingkat mewah dengan design unik yang membuatnya menganga. "Mas ini rumah siapa?"Tanya Rahelia penasaran. "Rumah kitalah."Jawab Arfian yang tersenyum samar dan langsung memarkirkan mobilnya dihalaman depan. "Rumah kita?"Ujar Rahel yang bingung dengan ucapan Arfian. "Iya ini rumah kita, etelah menikah nanti untuk sementara kita tinggal disini."Sahut Arfian menatap Rahelia. "Serius mas?"Tanya Rahelia dengan kegirangan. "Iya sayang, mau lihat dalamnya?"Tanya Arfian dan dengan senang Rahelia menetujuinya. "Iya mas mau."Jawab Rahelia senang. Rahelia tidak menyangka jika Arfian akan membelikannya rumah mewah, seperti mimpi yang tidak ada habisnya ia bak ratu yang dimanjakan pangeran. Merekapun turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah tersebut, setelah masuk Rahelia begitu terpesona dengan isi rumah tersebut. Rumah ini sangat luas dan fasilitas nya lengkap, dengan kolam berenang tempat kesehatan kecantikan bahkan barang barang branded. "Ayo kita keliling."Ajak Arfian dan Rahelia hanya mengangguk saja. Arfian dan Rahelia pun mengelilingi rumah ini mulai dari lantai satu dan lantai tiga, setiap kali Rahelia mengunjungi ruangan ia begitu tampak bahagia. Ia terus tersenyum dengan girang nya. "Nah kalo ini kamar kita nanti."Ujar Arfian yang menunjukan sebuah kamar tidur yang luas dan mewah. "Wah bagus banget mas."Sahut Rahelia yang duduk disebuah kasur empuk dan lebar. Melihat Rahelia senang Arfian pun tersenyum menatapnya, rasanya ingin cepat cepat menceraikan Lita dan menikah dengan Rahelia dalam pikirnya. "Sayang." Dengan suara lembut Arfian pun menarik kedua tangan Rahelia hingga berdiri dihadapannya. "Eum kenapa mas?"Tanya Rahelia yang juga menatap mata Arfian. Arfian pun mengusap rambut Rahelia perlahan lalu menatapnya kembali. "Jangan tinggalilkan mas ya, mas gak bisa hidup tanpa kamu." Lirih Arfian dengan penuh harap dan cemas. Mendengar ucapan itu Rahelia langsung teringat Gio, setiap ia bersama Gio ia selalu mengatakan hal itu padanya dan sekarang kebalikannya Arfian yang mengatakan itu. Raut wajah Raheliapun berubah sendu,dengan mata yang tidak menatap Arfian. "Kenapa sayang?kamu gak akan ninggalin mas kan?" Dengan wajah yang tersenyum lagi Raheliapun menatap kembali mata Arfian dengan harapan bahwa laki laki ini adalah jodohnya. "Iya mas, aku gak akan ninggalin mas ko."jawab Rahelia yang membuatnya lega. "Makasih ya sayang."Ujar Arfian yang langsung memeluk Rahelia. Siapa yang tidak mau dicintai Arfian, udah ganteng kaya royal pula dan Rahelia adalah wanita beruntung karena telah membuat nya jatuh cinta. Ya walau sebenernya ini salah karena Arfian beristri, tapi kelabilan gadis dua puluh dua tahun ini yang membuatnya memilih Arfian. "Yaudah kita kelantai satu ya."Ujar Arfian yang melepas pelukannya yang dibarengi dengan anggukan kepala Rahelia. Sesampai di lantai satu mereka menuju kolam berenang yang sangat luas. "Wah jernih banget air nya."Ujar Rahelia yang duduk ditepian kolam dengan kaki tercelup ke dalam air. "Mau berenang?"Tanya Arfian yang berdiri dibelakang nya. "Engga ah, kan gak bawa baju lagi."Jawabnya yang melihati air. "Ada ko,udah mas sedia in baju khusus kamu berenang."Jawab Arfian yang membuat Rahel senang. "Beneran?"Tanya Rahelia. "Iyaaa sayang." "Yaudah aku mau berenang."Ujar Rahel yang langsung berdiri untuk mengambil baju renang nya. "Hati hati jalannya."Ujar Arfian. Setelah berganti pakaian Rahelpun menghampiri kolam berenang lagi, dan ternyata Arfian sudah nyebur duluan menunggunya. "Sini sayang." Ujar Arfian yang berada di disisi kolam dengan memakai celana pendek hitam selutut tanpa baju. "Takutt."Jawab Rahelia yang melihat air yang pas sedada Arfian. Arfian hanya tersenyum kecil dengan mata yang memandangi tubuh seksi Rahelia, ia memakai baju renang agak tipis berwarna pink dengan memperlihatkan punggung mulusnya. Ia menghela nafas berkali kali bahkan menelan ludah seperti ingin menerkam gadisnya ini. "Gak papa sayang kan ada mas yang pegangin, ayo sini!"Ujar Arfian yang mengulurkan tangannya pada Rahelia. Dan Rahelia pun memegang kedua tangan Arfian dan segera turun kedalam kolam dan benar saja kaki nya pun tidak bisa menginjak lantai kolam, karena terkejut ia pun segera memeluk Arfian. "Ihhh mas kolamnya dalem,"Ujar Rahel ketakutan. "Ya terus kenapa?"Tanya Arfian yang menatap wajah panik Rahelia. "Ya aku tenggelam lah."Sahut nya lagi kesal. "Kan mas yang pegangin sayang."Ujar Arfian menenangkan Rahel. "Udah ah aku mau naik lagi."Gumam Rahel yang ingin beranjak dari air namun dihentikan oleh Arfian. "Gak usah sayang." Dengan tatapan tajamnya, Arfian pun menyenderkan tubuh mungil rahelia ditembok sisi kolam dengan memegangi kedua pinggang nya. Sontak Rahelia terkejut dengan perlakuan Arfian ini, Arfian pun menatap tajam Rahelia berulang ulang dan perlahan menciumnya dengan mesra. Cup.. Kecupan itu mendarat dibibir mungilnya, rasanya begitu nyaman hangat dan membuatnya terasa melayang layang di udara. Ditambah sentuhan elusan yang Arfian daratkan di pinggang nya membuat Rahelia tidak melakukan penolakan, bahkan ia membalas ciuman Arfian dengan lembut. Ia tidak peduli jika ini akan menyakiti hati Lita karena ia pun ingin bahagia seperti wanita diluar sana. Apalagi melihat Gio yang selalu tidak ada kejelesan, membuatnya semakin yakin dan akan terus melanjutkan hubungannya dengan Arfian ini. Setelah beberapa saat Rahelia pun melepas ciumannya dan menatap Arfian dalam dalam, melihatnya begitu Arfian sedikit heran. "Kenapa?"Tanya Arfian lembut. Dengan tersenyum manis Rahelia pun menjawab pertanyaan Arfian. "Aku bahagia mas hari ini, dan aku harap akan selamanya begini." "Iya sayang,mas juga bahagia dan ingin selamanya bahagia begini." Ujar Arfian yang membuatnya tersenyum senang, dan mereka pun melanjutkan ciuman nya lagi dengan sangat mesra. Namun kemesraan mereka terhenti ketika salah satu bodygart menghampiri mereka. "Permisi pak." Karena terkejut merekapun berhenti berciuman dan menatap kesal ke arah bodygart tersebut. "Ngapain kamu kesini?gak sopan sekali."Kesal Arfian yang melotot padanya. "Maaf pak Arfian bukan saya tidak sopan, tapi ada telepon dari kantor."Jawab Bodygart tersebut menjelaskan. "Dari siapa?"Tanya Arfian penasaran. "Dari pak Andre."Jawabnya lagi. "Andre?yasudah saya nanti kesana."ujar Arfian "Iya pak permisi."jawab bodygart itu yang langsung pergi. "Kayanya masalah kantor, mas lupa pamit keluar sama Andre tadi mangkannya ia telepon."Ujarnya menjelaskan pada Rahelia. "Yaudah kita ke kantor aja."Sahut Rahelia. Arfian pun mengusap pipi chuby Rahelia dan tersenyum. "Maaf ya sayang, selalu menomor dua kan kamu dari masalah kantor."Ujar Arfian. "Gakpapa mas, kamu kan kerja buat aku juga."jawab Rahel dengan senyum manisnya. "Iyaaa,makasih ya selalu pengertian. Yaudah kamu ganti baju terus tunggu diruang tamu utama ya." "Iya mas." Merekapun akhirnya beranjak dari kolam renang tersebut dan segera berganti pakaian. Setelah selesai Arfian pun menge cek hp nya yang sedari tadi ketinggalan diruang tamu utama. Ternyata Andre meneleponnya berulang ulang dan mengirim pesan juga di w******p, Arfian pun membaca isi pesan tersebut. "Gimana mas?"Tanya Rahelia yang baru datang setelah ganti pakaian. "Biasalah sayang harus meeting dadakan,gak bisa diwakili sama dia."Jawab Arfian memakai jas biru nya. "Yaudah ayo kita kesana."Ajak Rahelia penuh semangat. "Yaudah kamu tunggu dimobil ya tar mas nyusul."Ujar Arfian mencubit gemas pipinya. "Yaudah jangan lama ya mas." "Iya." Rahelia pun pergi keluar duluan menuju mobil yang beberapa menit kemudian di ikuti oleh Arfian. Setelah itu merekapun pergi meninggalkan rumah mewah ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN