Takdir memihak kepada kita karena pada akhirnya kita akan tetap bersama. *** Calista bergerak mondar-mandir, memikirkan bagaimana caranya mengatasi Klarybel. Dia lelah terus-menerus diteror oleh boneka sialan itu. Tiba-tiba Calista menjetikkan jarinya sembari tersenyum misterius. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan," ucapnya. Calista membawa Klarybel menuju halaman belakang, kemudian dia tersenyum dan bersimpuh. "Klarybel maaf ya, kamu harus aku kubur. Aku mau tidur tenang tanpa digangguin sama kamu." Calista berbicara sembari menatap boneka tersebut, seperti orang gila atau memang dirinya sudah gila? Ia menggali tanah tersebut sendiri dan menguburkan Klarybel. Calista tersenyum. "Cals, kamu ngapain di sini?" Suara seseorang dari belakang membuat Calista terlonjak kaget. "Kak Hars! N

