Laki-laki itu beraroma menawan. Bukan berasal dari parfum mahal. Melainkan aroma tubuhnya sendiri dan ada aroma lain yang aku tidak tahu berasal dari mana. Terasa hangat dan maskulin. Rasa-rasanya aku begitu familier dengan aroma itu. Aroma yang begitu lama kurindukan dan membuatku ingin terus berdekatan dengannya, memeluk dan bermanja-manja dalam pelukannya. Namun aku segera sadar dan tidak melakukan hal itu di tempat umum apalagi dengan laki-laki yang tidak jelas asal usulnya. Lalu aku merangkak di atas tubuh laki-laki malang itu, sambil meluruskan badan sendiri. Ketika aku sudah berdiri tegak, aku mengulurkan tangan untuk memberi bantuan pada orang yang sudah berbaik hati ini, kedua mataku terbuka lebar saat melihat wajah orang yang kini tengah tersenyum lembut itu. Seorang laki-laki ya

