Sejak hari aku mengunjungi rumah lamaku tanpa sepengetahuan Mama, wanita itu menjadi over protektif padaku. Dia terus memaksa ingin mendampingi ke manapun kakiku melangkah. Mama khawatir terjadi sesuatu yang buruk berkaitan dengan kejiwaanku. Dan yang paling ditakuti adalah aku hilang akal lalu nekat bunuh diri karena tidak kuasa menanggung beban kehidupanku selama ini. “Kekhawatiran-kekhawatiran Mama itu yang justru kayak ngasih ide buat aku. Yang tadinya aku nggak ngerti harus berbuat apa untuk melepas beban di kepala dan pundakku jadi ngerti mesti ambil jalan singkat bunuh diri seperti yang Mama bilang.” “Jangan main-main sama dua kata itu, Mon. Ngeri Mama dengernya.” “Mama lupa kalau Mama yang mulai duluan?” kesalku. Dan perdebatan semacam itu pasti muncul di tengah-tengah perd

