Suatu hari aku mendatangi rumah lamaku seorang diri. Aku ingin membangun kembali kenanganku dengan Akhza. Berharap berlama di sekitar rumah itu bisa memancing ingatanku lagi. Aku sengaja datang lebih pagi supaya tidak menarik perhatian banyak orang di sekitar lingkungan rumah. Aku bahagia karena rumah lamaku yang tadinya berantakan layaknya rumah tak berpenghuni kini terawat dengan sangat baik. Halamannya kembali asri oleh bunga-bungaan cantik dan tanaman hijau nan segar di mata. Aku mengukir senyum tulus saat melihat pasangan suami istri sedang berpelukan di teras rumah, yang aku tebak sebagai pemilik baru rumah lamanya. Sepertinya sang suami hendak berangkat kerja, begitu yang ada di pikiran sederhanaku. Namun ketika pasangan tersebut berbalik badan, betapa terkejutnya aku saat mendapa

