Flower 43

1139 Kata

“Tidaaak?!” Aku terbangun sembari berteriak seperti itu. Leher, kening dan punggung sudah dibasahi oleh keringat. Yang aku lihat tadi ternyata hanya mimpi. Tapi kelihatan seperti nyata. Seluruh tubuhku terasa lemas saat ini. Berdiri dari ranjang saja rasanya tidak sanggup. Setelah menenangkan pikiran barulah perlahan aku bisa bangkit dan turun dari ranjang. kerongkonganku juga terasa kering. Aku segera ke dapur untuk mengambil minuman yang dapat melegakan tenggorokanku. Ketika aku keluar dari kamar menemukan jendela dalam keadaan masih terbuka. Sehingga aku bisa melihat keadaan langit di luar rumah yang sudah gelap. Buru-buru aku melihat ke arah jam dinding. Sudah menunjukkan pukul enam. Jadi aku sudah tertidur selama berjam-jam dari sejak pukul setengah dua siang tadi. Aku mulai bin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN