Menjelang sore aku membahas kejadian soal jendela dengan Mama. Ternyata Mama sama sekali tidak mendengar suara apa pun. Jawaban itu tentu saja membuatku jadi cemas. Pak Maki mendatangi kamarku untuk menyampaikan undangan makan malam dari pimpinan baru yang menggantikan posisi Akhza sebelumnya. Malam harinya kami berenam makan malam bersama di ruang makan yang ada di rumah ini. Lagi-lagi aku merasa de javu dengan suasana seperti ini. Kami makan dan mengobrol panjang lebar. Aku bersyukur Mama tampak nyaman di tempat ini terutama disambut dengan baik oleh teman-teman kantor Akhza. Obrolan terus berlanjut hingga pukul sembilan malam. Kemudian terdengar suara lagu berbahasa asing diiringi musik klasik yang mendayu-dayu. Bahasanya bukan bahasa inggris. Aku merasa pernah mendengar lagu sepert

