Flower 39

1101 Kata

“Bu Rukiyah ngomong apa aja sama kamu sampai bikin kamu yang tadinya nggak percaya sama aku jadi percaya sama aku, Za?” tanyaku ketika kami baru mengakhiri acara makan malam. Akhza tidak menjawab. Dia malah bengong menatap ke arah samping kirinya. Saat ini kami sedang duduk santai di teras rumah sambil menikmati angin malam di desa ditemani ubi rebus buatanku. “Za? Kamu denger aku nggak, sih?” tanyaku sekali lagi. “Ya, Moni? Kamu ngomong apa?” “Kamu ngelamun? Tumben?” “Oh, nggak ngelamun kok. Tadi kamu ngomong apa?” “Itu, loh… Bu Rukiyah ngomong apa aja sama kamu sampai bikin kamu yang tadinya nggak percaya sama aku jadi percaya sama aku, Za? Aku penasaran sama obrolan kalian. Kamu, sih… udah disuruh ngobrol di teras juga, malah masuk rumah.” Akhza hanya mengangguk seolah sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN