Ketika sedang berada di perjalanan menuju daerah tempat Akhza berada, kedua mataku sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Bawaannya selalu saja mengantuk. Kepalaku sampai beberapa kali terantuk ke kaca jendela bus karena tiba-tiba tertidur saat menyandar di kaca tersebut. Padahal aku ingat kalau semalam tidak begadang dan tidurku cukup nyenyak. Ya meski tidak senyenyak biasanya saat ada Akhza di sampingku. Aku jadi sedikit trauma saat melakukan perjalanan seperti ini. Aku khawatir Janice mengikutiku seperti yang sudah-sudah. Namun sampai sejauh ini aku sama sekali tidak merasakan Janice di sekitarku. Bus yang aku tumpangi bergerak lebih pelan karena jalan sedang dilalui mulai mendaki. Selain jalan yang mendaki sebelah kanan bus adalah sebuah jurang yang cukup terjal, sementara sebelah

