Debu reruntuhan membuatku sulit bernapas dan mengganggu pandangan. Barulah setelah debu berangsuran berkurang aku bisa bernapas lega dan melihat sedikit lebih baik. Bantuan sinar petir dari luar sedikit membantuku tahu di mana posisiku sekarang ini. Aku terjatuh ke sebuah ruang bawah tanah yang pengap dan penuh debu. Beruntung jarak dari asal aku terjatuh dengan lantai tempat aku terjatuh tidak terlalu jauh sehingga seluruh badanku tidak sampai remuk. Hanya terasa nyeri akibat benturan. Sepertinya tinggi ruangan tidak sampai dua meter karena ketika aku berdiri jarak antara puncak kepala dengan atap ruang bawah tanah ini nyaris bersentuhan. Tinggi badanku 160 cm. Sambil menghalau debu yang sesekali masih berterbangan di depan wajah, aku berusaha mencari keberadaan ponselku. Syukurlah tida

