Mama menyambut kedatanganku dengan penuh sukacita seolah aku baru saja bepergian dalam kurun waktu yang cukup lama. Wanita itu memelukku saat melihat aku membuka pintu kamar. “Kamu dari mana aja, Mon? Mama khawatir banget sama kamu. Mana ini di tempat asing, nggak bawa handphone juga,” ujar Mama menyampaikan kegusaran yang sepertinya telah dipendamnya selama kepergianku ke dimensi waktu lain tadi. Aku cuma menyemburkan napas lalu menampilkan senyum untuk meyakinkan Mama bahwa aku baik-baik saja. Mama mengikuti ke manapun kakiku melangkah selama di kamar ini. Dia terus mengawasi gerak gerikku sampai waktu makan malam tiba. Aku sendiri juga tak banyak bicara sejak datang tadi dan itu sudah mampu memancing kekhawatiran Mama. “Kamu kenapa diam aja dari tadi, Mon?” tanya Mama. “Nggak ap

