Terulang Kembali 18+

531 Kata
"Ha..l..lo" Lytha berusaha mengatur nafasnya saat menerima panggilan teleponnya "Bukankah ada hal yang ingin kau bicarakan denganku?" Nathan menelpon dari kamar apartmentnya "Baik pak. Saya akan segera kesana" nafasnya sudah teratur kembali Tok...tok...tok "Baiklah, permainan akan segera dimulai" Nathan menyeringai  Ceklek... "Silahkan masuk" Nathan memindai Lytha dari atas sampai bawah. Lytha menggunakan kemeja putih lengan pendek dan rok dibawah lutut. Kemejanya sedikit basah, akibat terkena air wastafel sehingga nampak sebagian kulit bagian dadanya. Tiba-tiba ada bayangan terlintas dipikirannya, sebuah potongan peristiwa dimana Nathan sedang mencumbu bagian kulit tersebut. 'apa-apaan aku ini, malah berpikiran m***m. Ingat tujuan awalmu Nath' gumamnya dalam hati Nathan mendekati Lytha, sangat dekat sehingga mereka saling berpandangan. Nathan memulai aksinya, dia mendorong Lytha ke dinding. "Apa yang ingin anda lakukan" Lytha berusaha santai dan tak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh Nathan "Kenapa kau berubah menjadi jahat haah, sampai kau tega menyakiti seorang bayi yang tidak bersalah hingga dua kali. "Aku sudah minta maaf, memang aku wanita yang jahat. Bukankah kau juga?" Lytha menatap Nathan menunjukkan bahwa Nathan tidak jauh berbeda dengan dirinya. "Apa maksudmu?" Jarak mereka sudah sangat dekat, sehingga mereka dapat merasakan deru nafas masing-masing "Sudahlah lupakan, sebaiknya kita tunda pembicaraan kita sampai...." Lytha tidak dapat melanjutkan kata-katanya, seperti ada sebuah batu menahan tenggorokannya. "Sampai apa haaahh" Nathan mengatakannya tepat ditelinga Lytha seakan berbisik "Hentikan, kau tidak sopan tuan" Lytha mendorong Nathan dan berjalan cepat menuju pintu Nathan mengejar Lytha, menarik tangannya sehingga wajah Lytha tepat berada di d**a Nathan Lytha memberontak, Nathan semakin dipenuhi oleh emosinya. Lytha menginjak kaki Nathan dengan heelsnya. "akkh, sialan" Lytha segera berlari, namun Nathan menarik baju Lytha BREEEEEEK Baju Lytha robek pada bagian lengan sampai d**a, Lytha semakin dipenuhi emosi. Dia menghampiri Nathan dan memukulnya dengan tas tangannya "Brengsek...lelaki b******k" wajah Nathan menegang emosinya tidak dapat terkontrol lagi. Nathan menahan tangan Lytha yang sedari tadi digunakan untuk memukulnya, kemudian dia menarik Lytha menuju kamarnya. Menjatuhkannya diatas bed King Size miliknya. "Apa kau bilang, aku b******k. Baik akan aku tunjukkan seperti apa lelaki b******k itu" Nathan mencium paksa Lytha. Lytha berusaha menghindari ciuman itu dengan menggerak-gerakkan kepalanya. Nathan mencengkram rahang Lytha dengan tangan kanannya untuk mematikan gerakannya, sedangkan tangan kirinya menahan kedua tangan Lytha diatas kepala wanita itu. Nathan semakin kasar mencium Lytha bahkan menggigit bibir bawah wanita itu agar dia membuka mulutnya.  "ehhmkh" saat Lytha membuka mulutnya Nathan semakin melumat bibir Lytha bahkan mengabsen setiap bagian dalam rongga mulut Lytha. Nathan membuka paksa kemeja Lytha. Namun seketika mata Nathan terpaku pada cincin yang menggantung pada kalung Lytha. Cincin pemberiannya. "Cincin ini...? Nathan mengarahkan tangannya menuju cincin itu Saat Nathan lengah Lytha dengan cepat menarik kalungnya dan melemparkan kalung beserta cincin itu ke sembarang arah. "Ambil, ambil cincin itu dan jangan pernah memberikannya lagi padaku. Cincin itu hanya mengingatkanku akan lelaki b******k sepertimu" Nathan merasakan darahnya mendidih mendengar perkataan Lytha. Kali ini dia lebih brutal, dia manarik rok Lytha sampai batas perutnya dan melepaskan underwear Lytha. Nathan pun segera menurunkan celana dan boxernya sebatas paha. Dia mengeluarkan penisnya. "Aaaakkhhh" Lytha berteriak saat Nathan dengan kasar memasuki kewanitaannya yang bahkan masih kering. "Nath....HENTIKAN" namun Nathan seakan tuli. "Ahhh...nath sakiiiit" Dia justru semakin ganas memasuki Lytha "Aggghhhh" Nathan  menyemburkan spermanya didalam v****a Lytha.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN