CUUP
Bibir nathan menyentuh bibir lytha. Mata lytha melebar akibat sentuhan benda kenyal dan hangat milik nathan.
"sorry, gw ga sengaja" nathan tidak sengaja mencium bibir lytha karena fokusnya adalah menahan beban tubuhnya. karena jika tidak maka lytha yang akan merasakan berat tubuh nathan.
Lytha masih menahan tubuhnya dengan memegang erat seragam nathan dan terbukti ampuh membuat tubuhnya tidak merasakan hantaman cup mobil nathan.
"heiii...heiii" nathan mengibas-ngibaskan tangannya menyadarkan lytha entah dari lamunan atau rasa shocknya.
"sorry gw ga sengaja" nathan mengulangi kata-katanya lagi. Sementara lytha hanya mengedip-ngedipkan matanya.
"ooh...i...iya ga apa-apa" lytha yang sudah tersadar segera meninggalkan nathan
Di dalam kamar tidur kecil seorang gadis mengganti-ganti posisi tidurnya tampak tidak tenang. Lytha memang gusar semenjak kejadian yang dialaminya siang tadi. Rasa baru yang belum pernah dia rasakan, menerka-nerka ada apa dengan dirinya.
Itu adalah ciuman pertamanya, lytha tidak pernah berpacaran sebelumnya. Kesulitan ekonomi keluarga membuatnya tidak ada waktu dan tempat untuk menambah seseorang di hati dan pikirannya.
'kenapa jantungku berdebar-debar setiap kali aku teringat kejadian siang tadi, ketika aku berusaha melupakan kejadian itu justru semakin kencang ingatan itu kembali. Tuhan jika rasa ini baik untukku biarlah tetap ada tapi jika rasa ini hanya rasa semu dan akan menyakitkan di kemudian hari maka aku mohon enyahkanlah, karena Kau yang paling tahu fokusku adalah untuk meraih kesuksesan dan meninggalkan kemiskinan ini demi keluargaku' doanya dalam hati sebelum tertidur
Tiiiin....Tiiin
Suara klakson dari mobil yang dikenali oleh lytha membuatnya berhenti melangkahkan kakinya menuju sekolah.
Lytha gugup mengingat kejadian kemarin dan juga berpikiran apakah sweater yang dia pinjam kemarin mengalami kerusakan.
"Ada apa"
"masuk" ucap seseorang didalam sana. lytha pun menuruti ucapan nathan
"ada apa, apa aku merusak sweatermu?" tanya lytha gugup karena jika jawabannya iya, lytha sudah pasti tidak dapat memberikan ganti rugi karena dia yakin murid-murid disekolahnya selalu memakai merk mahal kecuali dirinya
"sweaternya baik-baik saja. bareng gw aja daripada lo jalan kaki" nathan menginjak pedal gas mobilnya
Lytha keluar dari mobil nathan setelah mengucapkan terima kasih. Namun mata yang memandang jijik dan kesal saat dia keluar dari mobil nathan membuatnya tidak nyaman. Menghirup udara dan mengeluarkannya untuk menahan emosinya. Lytha kemudian berjalan terburu-buru meninggalkan nathan, baginya itu lebih baik daripada teman-temannya melihatnya berjalan beriringan dengan nathan.
'sabar ta, you can through this way. just hold it for 5 more month' gumamnya dalam hati