Ma...apakah mama marah kalau aku menagih janji mama untuk menemaniku. Bukankah urusan mama sudah selesai. Bagaimana dengan adikmu, dia membutuhkan mama. Akan ada wanita berhati malaikat yang akan menemaninya ma, aku butuh mama. Aku membuka mataku, ah ternyata itu hanya mimpi namun seperti nyata. Apakah secepat ini aku harus meninggalkan Nathan, apakah aku terkena karma. Saat dokter mengatakan kandunganku lemah aku berdoa untuk kali ini selamatkan nyawa bayiku apapun nanti harga yang harus kubayar. Saat ini aku seperti sedang menghitung hari, walau dokter mengatakan akan baik-baik saja tapi hatiku mengatakan tidak. Aku bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelahnya aku beranjak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Saat sedang menghidangkan sarapan di meja

