Cahaya matahari pagi yang menyorot ke matanya melalui celah jendela menganggu tidur nyenyak Carel. Mata itu mengerjap pelan dalam tidurnya. Tubuhnya merangsek, mencari kehangatan yang berada di dekatnya. Tangannya memeluk sumber kehangatannya. Dengan setengah sadar, Carel mengeryit heran. Kenapa permukaan yang lengannya sentuh tidak rata? Malah berliku-liku. Tidak tahu saja Carel kalau dirinya menyentuh tangan berotot Miguel merambat ke bawah ke perut Miguel yang hanya dihalangi kaos dalam. Seperti de javu, kejadian sebelum Carel terbangun yang membawanya ke mimpi bersama Miguel. Deg. Seluruh kesadaran Carel yang tadi sedang berada di awang-awang, tiba-tiba terkumpul sepenuhnya. Dengan cepat, matanya langsung terbuka, berhadapan langsung dengan mata tajam yang sedang mengawasinya. Mel

