Pesawat pribadi yang ditumpangi oleh seorang pria tampan berpostur tubuh tinggi tegap itu mendarat dengan mulus di bandara, ketika hari sudah menjelang sore. Semburat warna jingga memenuhi langit kota Jakarta. Pria itu, Pasya Prayuda, yang kini mengelola kerajaan bisnis keluarga menggantikan sang ayah yang telah pensiun. Dia mengelola bisnis keluarga dibantu oleh adiknya, Hana. Haikal Prayuda, sang ayah, mempercayakan pada anak sulungnya itu semenjak tiga tahun silam. “Pak Pasya, ada yang bisa dibantu?” ucap seorang pramugari dengan sikap yang ramah. “Nggak ada, terima kasih.” Pasya menjawab sambil tersenyum ketika dia beranjak dari kursi penumpang, lalu melangkah ke arah pintu pesawat yang sudah terbuka. Setelah menyelesaikan segala prosedur, Pasya melangkah ke arah pintu kedatangan d

