Beberapa mobil mewah meluncur di jalanan kosong dini hari. Mengisi sedikit kekosongan dari kota Seoul. Mobil merah itu berada pada urutan ke tiga, di mana di dalamnya terdapat Han Bin yang duduk dengan tenang meski mobil itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Kim Dong Hyuk." Han Bin tiba-tiba membuka pembicaraan dengan pemuda lain yang tengah mengemudi. "Aku dengar dia sangat berbahaya. Kau harus bisa mendapatkannya atau harga diri kita dan uang lima juta Won akan melayang."
Tak mendapatkan jawaban, Han Bin kemudian memandang sang lawan bicara. "Kau mendengarkan apa yang barusan aku katakan padamu, Bung? Orang itu berada paling depan. Lakukan apapun untuk mendapatkannya."
Masih tak ada respon, namun pemuda yang sangat pendiam itu menambah kecepatan dan tentunya membuat seulas senyum menghiasi wajah Han Bin.
"Ayo, dapatkan semuanya!" Han Bin berteriak di dalam mobil, menjadi orang yang paling bersemangat meski bukan dia yang mengemudi.
Mobil merah Han Bin melaju, mencuri celah untuk mengejar sang target yang tampak mengemudi dengan wajah serius. Berhasil mendapatkan tempat ke dua, keberadaan Han Bin menarik perhatian Dong Hyuk.
"Dia, kah orangnya?" gumam Dong Hyuk.
Dong Hyuk tiba-tiba menghentikan mobilnya. Namun setelah itu ia langsung memundurkan mobilnya yang tentu saja membuat Han Bin terkejut.
"Apa-apaan dia? Apa yang dia lakukan?"
Han Bin segera meringkuk ketika kedua mobil itu hampir bertabrakan, namun si pemuda yang mengemudikan mobil Han Bin segera membelokkan kemudi. Tak langsung berhenti, mobil merah Han Bin berputar 360° sebelum berhenti. Sementara mobil Dong Hyuk justru menabrak mobil lain.
Alih-alih marah, sudut bibir Dong Hyuk justru tersungging. "Anak manja itu tidak mungkin mampu melakukan hal itu. Siapa pengemudi gila di sampingnya?"
Berpegangan pada dasboard, Han Bin perlahan menegakkan tubuhnya dan memperhatikan sekitar dengan wajah yang tampak terguncang. Menoleh ke belakang, seketika kemarahan terlihat di wajah Han Bin.
"b******n itu, apa maksudnya tadi?" Han Bin memandang pemuda yang masih tenang di bangku pengemudi. "Lakukan sesuatu. Aku tidak peduli meski kau menghancurkan mobil ini, pastikan dia mendapatkan balasan karena berurusan denganku."
Dong Hyuk hendak kembali melajukan mobilnya, namun saat itu mobil merah Han Bin bergerak mundur dan sengaja menabrak bagian samping mobil Dong Hyuk. Sementara mobil-mobil lainnya melesat meninggalkan mereka.
"Habisi dia," gumam Han Bin.
Mobil Han Bin mendesak mobil Dong Hyuk hingga menabrak pembatas jalan dan merusak bagian samping mobil itu. Mobil Han Bin lantas membuat jarak dan kembali pada arah yang benar. Saat itu Han Bin membuka kaca jendela hanya untuk menunjukkan jari tengahnya pada Dong Hyuk sebelum mobilnya kembali melesat menyusul para pesaing yang telah mengamankan tempat mereka.
Bukan marah, Dong Hyuk justru tertawa di dalam mobil. "Menyenangkan," gumam pemuda itu. "Dia membawa sesuatu yang menarik."
#BLIND#
Sorakan para anak muda itu kembali terdengar ketika mobil-mobil mewah itu kembali. Dan mobil merah Kim Han Bin berhasil berada di posisi pertama, sementara Kim Dong Hyuk justru berada di seberang jalan. Tak lagi berniat untuk melanjutkan pertandingan, Dong Hyuk memilih untuk mundur.
Han Bin keluar dari mobilnya yang menyambut Euforia di sekelilingnya. Bobby datang dengan seulas senyum lebar. Jabatan tangan keduanya berakhir dengan beberapa lebar kertas keberuntungan yang membuat banyak orang menggila.
"Kau memang yang terbaik, Bung. Tidak sia-sia aku mengeluarkan uangku untukmu," puji Bobby.
Han Bin mengedipkan sebelah matanya sebelum bergabung bersama rekan-rekannya. Sejenak melakukan reuni setelah tak bertemu selama beberapa waktu. Dan setelah beberapa saat, Han Bin memisahkan diri dari keramaian. Menghampiri mobilnya yang telah dipindahkan ke tempat yang tidak terlalu jauh dari keramaian.
Han Bin menghampiri pemuda yang saat ini bersandar pada bagian samping badan mobil. Menempatkan diri di samping pemuda itu, Han Bin memberikan uang lima juta Won yang telah dijanjikan dalam pertandingan malam itu pada pemuda tanpa mengurangi sedikitpun.
Han Bin berkata, "Tadi pagi aku bertemu dengan kakakmu. Dia memberikan hadiah istimewa untukku." Pemuda itu tersenyum di akhir kalimat.
Im Chang Kyun, pemuda itu menerima uang dari Han Bin tanpa ada perasaan keberatan. Lalu apakah itu berarti Im Chang Kyun-lah yang sebelumnya mengemudikan mobil Kim Han Bin?
Benar, Im Chang Kyun lah orang gila yang dimaksud oleh Kim Dong Hyuk sebelumnya. Lalu bagaimana caranya orang buta mengemudi?
Mari kita perjelas. Im Chang Kyun, pemuda buta yang sempat menjadi korban perundungan dari Opsir Lee bukan lagi pemuda buta. Semua itu terjadi ketika Lee Minhyuk yang tengah dijatuhi hukuman kurungan, justru nekat mengakhiri hidupnya.
Ketika jenazahnya ditemukan, Minhyuk menulis sebuah surat wasiat yang menyatakan bahwa ia akan mendonorkan matanya untuk Changkyun. Serta seluruh organ dalam tubuhnya juga akan didonorkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Begitulah bagaimana cara Im Chang Kyun bisa melihat warna lain dari dunia. Tak lagi berwarna hitam, Chang Kyun melihat banyak warna di dunianya saat ini. Namun ketika warna lain kembali singgah dalam hidupnya, pemuda ini justru meliha warna lain dari dunia dengan cara yang salah. Tak benar-benar meninggalkan warna hitam dalam hidupnya, Chang Kyun justru menjerumuskan dirinya ke dalam kegelapan ketika ia memutuskan untuk memasuki kehidupan seorang Kim Han Bin.
Dan inilah fakta dari peringatan yang diberikan oleh Han Bin pada Joo Heon pagi tadi. Jika Joo Heon sampai menemukannya, itu berarti Opsir Lee juga akan menemukan Chang Kyun karena Im Chang Kyun selalu berada di arena balap liar bersama dengannya.
Tentu saja ini sebuah rahasia yang disimpan rapat-rapat oleh Chang Kyun. Tak ada satupun orang di sekitarnya yang mengetahui tentang lingkungan pergaulannya. Menjadi pemuda baik-baik di hadapan orang-orang yang ia sayangi, namun menjadi orang yang berbeda ketika bersama Kim Han Bin.
Chang Kyun menyadari bahwa dia telah mengkhianati kepercayaan yang telah Joo Heon berikan padanya, namun entah kenapa Chang Kyun masih mempertahankan jalan hidupnya yang salah ini. Perubahan Im Chang Kyun menuju sesuatu yang buruk dimulai ketika ia berjabat tangan dengan Kim Han Bin. Dan hal itu terjadi sekitar satu tahun yang lalu.
Pemuda polos dengan hati yang tulus. Semua orang mengira bahwa Im Chang Kyun akan tumbuh dengan baik dan menjadi orang suci tanpa memilili cacat dalam perilaku, namun Chang Kyun telah memutuskan. Dan jalan yang ia ambil adalah melampaui batasan yang telah dibuat oleh orang lain untuk dirinya. Bersama Kim Han Bin, Chang Kyun benar-benar menemukan warna baru dari dunia yang selama bertahun-tahun telah mengurungnya.
Chang Kyun langsung mengantongi uang pemberian Han Bin ke jaket yang ia kenakan.
"Lima juta Won, aku tidak menguranginya. Sesuai kesepakatan."
Seperti biasa, Chang Kyun tak merespon. Berada di sisi Han Bin, pemuda itu menjadi sangat pendiam dan terkadang terlihat sangat dingin. Namun Chang Kyun tetap memberikan tatapan ramah kepada pemuda di sampingnya.
Tak mendapatkan respon setelah dua kali berbicara, Han Bin lantas mengalihkan topik pembicaraan. "Bagaimana? Kau menyukainya? Aku baru mendapatkannya tadi pagi."
"Aku tidak suka dengan warnya, aku lebih suka yang sebelumnya."
Han Bin tersenyum dengan jawaban jujur dari Chang Kyun. Salah satu hal yang disukai Han Bin dari Chang Kyun adalah sikap jujur pemuda itu. Meski jika terlalu diam sikap dingin Chang Kyun terlihat mengerikan, namun Han Bin masih bisa melihat Chang Kyun bodoh yang dulu sempat menjadi korban perundungannya.
Han Bin bukannya orang yang tak tahu malu. Setiap kali melihat Chang Kyun, pemuda itu menyesali perlakuannya dulu terhadap Chang Kyun. Dan oleh sebab itu Han Bin ingin memperlakukan Chang Kyun selayaknya seorang teman ketika mereka berada dalam usia yang lebih dewasa seperti sekarang. Kim Han Bin, pemuda itu ingin menghapus dosanya yang telah tercacat pada tubuh Im Chang Kyun.
Han Bin tertawa ringan, sekilas menepuk bahu Chang Kyun. "Apa yang kau katakan? Kau tidak tahu bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan mobil ini. Edisi terbatas, aku berusaha mendapatkannya untukmu."
Chang Kyun memandang Han Bin. "Kenapa aku?"
Han Bin tertegun. "Apa?"
"Kenapa kau mendapatkan mobil ini untukku?"
"Untuk apa lagi?" Han Bin langsung merangkul leher Chang Kyun dan sedikit menariknya. "Tentu saja karena kau temanku."
Han Bin tersenyum lebar, sementara Chang Kyun hanya memandang dengan raut wajah yang tak bisa diartikan. Tatapan sendu yang tak menunjukkan sebuah emosi, seperti itulah cara Chang Kyun memandang Han Bin selama ini. Berbeda dengan sorot matanya yang selalu berbinar setiap kali bersama orang-orang yang sudah lama bersamanya.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang sebelum Opsir Lee melaporkan kasus anak hilang."
Han Bin mengambil kunci mobil dari Chang Kyun. Dan seperti biasa, Chang Kyun yang akan mengemudi untuknya di arena balap liar, sementara dia yang akan mengemudi untuk Chang Kyun dalam perjalanan pulang.
Misi malam itu selesai, Chang Kyun berhasil membawa pulang uang lima juta Won. Namun tanpa mereka ketahui bahwa sedari tadi Kim Dong Hyuk tengah memperhatikan mereka dari seberang jalan.
"Kau baik-baik saja, Hyung?" teguran dari arah samping.
Dong Hyuk menoleh dan menemukan Choi Jongho yang kemudian berdiri di sampingnya, turut memandang hal yang telah menarik perhatiannya.
"Sepertinya Hyung tertarik pada orang itu?" Jongho kembali memandang Dong Hyuk. "Siapa? Kim Han Bin atau pesuruhnya?"
Sudut bibir Dong Hyuk tersungging. "Apa yang sedang kau lihat?" Dong Hyuk menendang mobilnya sendiri. "Kau memiliki banyak uang, tolong urus mobilku."
Jongho tertegun ketika Dong Hyuk justru meninggalkannya. Pemuda itu menegur, "Hyung, aku bukan pesuruhmu."
Tanpa berbalik, Dong Hyuk hanya melambaikan tangannya sebagai respon. Dan sebuah mobil menepi tepat di sampingnya, tanpa berniat berpamitan pada Jongho, dia masuk ke mobil yang lantas membawanya pergi dari sana.
Jongho yang ditinggalkan lantas berkata, "Aku tahu aku kaya, tapi aku tidak berniat menjadi sponsor siapapun."
#BLIND#