“Ada apa dengan leherku?” Tanya Tabah, sambil mengernyitkan keningnya. Namun, Fuad hanya mengangkat bahu tidak mau mengatakan apa maksud dari ucapannya. Dengan jengkel Tabah berjalan menuju wastafel yang ada di dalam kamar di ruang kerjanya. Dilihatnya pantulan dirinya dan langsung saja ia melihat apa yang dimksud Fuad. ‘Istri cantikku, ternyata sudah memberikan tanda cinta pertamanya. Ia rupanya ingin membalasku,’ batin Tabah. Ia pun keluar dari kamarnya dengan wajah yang bersinar bahagia. Fuad yang melihatnya pun menjadi tersenyum juga. “Baru bersama dengan Clara aku melihatmu menjadi, begitu berbeda. Ia telah mampu membuatmu berubah hanya dalam waktu yang singkat!” ucap Fuad. Tabah mengambil botol air mineral yang ada di atas meja, kemudian ia menenggak isinya sampai tersisa separ

