“Clara! Apa yang terjadi denganmu, Sayang!” Teriak Tabah dengan panik ketika didengarnya suara teriakan Clara, yang memanggil namanya. Kecemasan Tabah akan sesuatu yang buruk menimpa Clara semakin menjadi, setelah ia mendengar suara benda terjatuh dengan keras. Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Tabah mengambil sebuah batu berukuran besar, lalu dipecahkannya kaca jendela. Setelahnya, ia pun masuk rumah dengan menggunakan flash dari ponselnya, sebagai penerang ruangan yang gelap gulita. Mata Tabah membelalak, ketika dilihatnya Clara terbaring di lantai dengan kepalanya tertulungkup dan ada pecahan keramik di dekat kepala Clara, sepertinya ia kejatuhan vas bunga yang diletakkan di atas rak. “Clara! Bangun Sayang!” ucap Tabah pelan. Dibaliknya tubuh Clara, agar ia bisa melihat w

