“K-Kau menceraikanku?” Tanya Clara dengan suara bergetar gugup. Mata Clara menatap Tabah dengan berkaca-kaca. Dihempaskannya tangan Tabah yang menggenggam jemarinya. Ia memang menginginkan perceraian dengan Tabah, tetapi tetap saja rasanya menyakitkan, ketika permohonannya dikabulkan. Joko dan pelayan di rumah tersebut duduk dengan gelisah. Keduanya tidak menduga, kalau mereka dipanggil untuk menjadi saksi talak satu yang diucapkan tuan mereka. Joko menyenggol tangan pelayan wanita yang duduk di sebelahnya memberikan kode. Dan untungnya wanita itu cepat tanggap dengan kode yang diberikan oleh Tabah. “Tuan, Nyonya! Kami permisi dulu masih ada yang harus kami kerjakan!” ucap pelayan wanita, sambil menundukkan kepala, karena merasa takut. “Silakan!” ucap Tabah singkat. Tabah berdiri dar

